POJOKSATU.id - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali menjadi magnet bagi masyarakat pencari kerja.
Antusiasme diperkirakan tetap tinggi, seiring status PNS yang masih dianggap menjanjikan dari sisi stabilitas pekerjaan hingga kesejahteraan.
Namun di balik ketatnya persaingan, peluang lolos CPNS 2026 sejatinya masih terbuka lebar bagi pelamar yang mampu menyusun strategi secara cermat.
Salah satu kunci penting yang kerap luput dari perhatian pelamar adalah pemilihan instansi.
Selama ini, sebagian besar peserta cenderung berbondong-bondong mendaftar ke kementerian atau lembaga populer, meski tingkat persaingannya sangat ketat.
Padahal, data seleksi CPNS tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya sejumlah kementerian dan lembaga negara yang relatif sepi peminat.
Menariknya, instansi-instansi tersebut tidak selalu identik dengan kesejahteraan rendah.
Justru sebaliknya, beberapa di antaranya menawarkan gaji dan tunjangan yang kompetitif.
Dengan kombinasi gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan lain sesuai jabatan serta lokasi penempatan, total penghasilan CPNS di instansi tertentu bahkan bisa menembus angka Rp12 juta per bulan.
Baca Juga: Protes Jalan Berlubang, Warga Cilewo Karawang Tanam Pohon Pisang
Fenomena ini menjadi celah emas bagi peserta CPNS 2026.
Dengan memilih kementerian yang peminatnya lebih sedikit, peluang untuk lolos seleksi administrasi hingga tahap akhir otomatis lebih besar dibandingkan harus bersaing dengan puluhan ribu pelamar di instansi favorit.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) dari pelaksanaan seleksi sebelumnya, terdapat sejumlah kementerian dan lembaga yang konsisten memiliki rasio pelamar terhadap formasi yang relatif rendah.
Di antaranya adalah Sekretariat Jenderal Komnas HAM, Kementerian PANRB, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga: Heboh PDIP Justru Bela Pandji, Guntur Romli Sebut Pelaporan Ancaman Kebebasan Bersuara
Beberapa instansi ini bahkan mencatat jumlah pelamar yang tidak jauh berbeda dengan jumlah formasi yang dibuka.
Selain itu, lembaga seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial, Kemenko Polhukam, hingga Setjen Dewan Ketahanan Nasional juga dikenal tidak seramai kementerian teknis populer.
Padahal, jabatan-jabatan yang ditawarkan di instansi tersebut memiliki jenjang karier jelas dan tunjangan kinerja yang cukup kompetitif.
Instansi lain seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kemenko PMK, serta Sekretariat Jenderal MPR RI juga kerap luput dari radar pelamar.
Baca Juga: Terbuka untuk Lulusan SMA hingga SMK, Rekrutmen Tamtama PK TNI AU Gelombang I 2026 Resmi Dibuka
Padahal, rasio pelamar yang lebih rendah membuat peluang lolos seleksi menjadi jauh lebih realistis, terutama bagi peserta yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan formasi.
Para pengamat kepegawaian menilai, strategi memilih formasi sepi peminat sama pentingnya dengan kesiapan akademik dan mental.
Pelamar yang hanya fokus pada instansi bergengsi tanpa memperhitungkan tingkat persaingan berisiko tersingkir sejak tahap awal seleksi.
***



