POJOKSATU.id — UIN Raden Mas Said Surakarta resmi membuka Program Studi Doktor (S3) Studi Islam yang mengusung semangat baru dalam pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.
Bagi para dosen, alumni Pascasarjana, maupun akademisi madrasah dan pesantren yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktoral, ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang perlu disiapkan dengan matang.
Berbeda dengan jenjang S1 dan S2, studi doktoral menuntut pendekatan akademik yang lebih dalam dan reflektif.
Baca Juga: Dari Ketakutan Menuju Harapan, Lahirnya Reformasi 1998
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Sahiron, menekankan bahwa mahasiswa S1 harus mampu mendeskripsikan data.
S2 dituntut menganalisis data, sedangkan di tingkat S3, mahasiswa wajib mengungkap makna tersembunyi di balik data dengan analisis kritis dan teori yang relevan.
“Mahasiswa S3 tidak cukup hanya membaca dan memahami, tapi harus membongkar lapisan makna dengan pendekatan filosofis dan kontekstual,” jelas Guru Besar Ilmu Tafsir itu.
Baca Juga: Dua Oknum ASN di Ternate Dipolisikan Imbas Jadi Calo CPNS, Korban Ditipu Rp40 Juta
Program S3 Studi Islam UIN Surakarta menawarkan pendekatan kekinian dengan mengangkat tiga pilar kajian utama: Digital Islam, Postkolonialisme, dan Kenusantaraan.
Tiga fokus ini menjadi pintu masuk bagi riset-riset baru yang relevan dengan kondisi sosial-keagamaan Indonesia saat ini, terutama di era digital dan globalisasi.
Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Tahu! Ini 10 Hal Penting yang Harus Dipahami Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja
Bagi calon mahasiswa S3, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:
1. Proposal riset yang kuat, berbasis isu kontemporer dalam kajian Islam
2. Pemahaman teori dan metodologi penelitian lanjutan
3. Kemampuan menulis akademik dan berpikir kritis secara mandiri
4. Komitmen waktu dan konsistensi riset selama minimal 3 tahun
5. Referensi literatur internasional dan pemetaan isu lokal-global
Peluncuran program ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan kelembagaan dan kontribusi akademik UIN Surakarta di tingkat nasional.
Baca Juga: Ijazah Kamu Ditahan Perusahaan? Ini Cara Resmi Melaporkannya ke Kemnaker dan LAPOR
Jika kamu merupakan lulusan MA, alumni PTKI, atau dosen madrasah dan pesantren yang memiliki minat pada kajian keislaman mendalam, maka Prodi S3 ini layak dipertimbangkan.
Catat juga bahwa pengembangan program doktoral di lingkungan PTKI seperti ini sejalan dengan agenda Kemenag untuk memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah di madrasah, pesantren, dan kampus Islam.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat, mudah dan tanpa iklan bisa download aplikasi Pojoksatu.id melalui tautan berikut ini:
Anda juga bisa bergabung dalam saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id melalui link di bawah ini:
Demikian artikel tentang persyaratan yang wajib dipenuhi calon mahasiswa S3.***




