POJOKSATU.id — Fenomena hujan yang terjadi belakangan ini menarik perhatian masyarakat, terutama ketika hujan tersebut berkaitan dengan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Modifikasi cuaca merupakan kegiatan yang memanfaatkan kondisi atmosfer dan awan untuk memengaruhi proses terjadinya hujan.
Kegiatan tersebut membutuhkan pemahaman mengenai atmosfer, awan, dinamika udara, hingga teknologi pengamatan cuaca.
Lantas, bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari bagaimana cuaca dapat dimodifikasi, jurusan kuliah apa yang bisa dipilih?
Baca Juga: Marshall Rilis Koleksi Jimi Hendrix di Indonesia, Headphone dan Speaker Dibanderol Rp3 Juta
Berikut beberapa jurusan yang memiliki keterkaitan dengan ilmu modifikasi cuaca.
1. Meteorologi
Meteorologi menjadi salah satu jurusan yang paling erat kaitannya dengan modifikasi cuaca.
Mahasiswa Meteorologi mempelajari berbagai fenomena atmosfer, mulai dari pembentukan awan, hujan, angin, suhu, tekanan udara hingga sistem cuaca.
Ilmu tersebut menjadi dasar untuk memahami kondisi atmosfer sebelum dilakukan kegiatan modifikasi cuaca.
Lulusan bidang ini juga dapat bekerja dalam berbagai sektor yang berkaitan dengan pengamatan, analisis, dan prakiraan cuaca.
Baca Juga: Animasi Indonesia Galeo of the Seawalkers Siap Mendunia, Produksi Dimulai Januari 2028
2. Klimatologi
Klimatologi memiliki fokus pada pola cuaca dan iklim dalam jangka panjang.
Bidang ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang tertarik mempelajari perubahan pola hujan, kekeringan, El Nino, La Nina hingga perubahan iklim.
Meskipun tidak secara khusus berfokus pada operasi modifikasi cuaca, ilmu klimatologi tetap berkaitan erat dengan pemahaman mengenai kondisi atmosfer dan pola cuaca suatu wilayah.
3. Sains Atmosfer dan Keplanetan
Jurusan atau program studi yang berkaitan dengan Sains Atmosfer dan Keplanetan juga memiliki hubungan kuat dengan penelitian mengenai modifikasi cuaca.
Mahasiswa dapat mempelajari fisika atmosfer, dinamika udara, awan, aerosol, radiasi serta berbagai proses yang terjadi di atmosfer.
Bidang ini cocok bagi calon mahasiswa yang lebih tertarik pada aspek penelitian dan ingin memahami proses atmosfer secara mendalam.
Baca Juga: Tidak Masuk Desil 1-4, Masih Bisa Dapat KIP Kuliah? Ini Kriteria dan Cara Ceknya
4. Fisika
Fisika juga dapat menjadi jalur pendidikan menuju bidang atmosfer dan modifikasi cuaca.
Melalui peminatan atau penelitian tertentu, mahasiswa Fisika dapat mempelajari fisika atmosfer, dinamika fluida, awan, aerosol hingga berbagai fenomena yang memengaruhi kondisi cuaca.
Karena modifikasi cuaca melibatkan proses fisika di dalam atmosfer, dasar ilmu Fisika menjadi salah satu bekal penting untuk mendalami bidang tersebut.
5. Teknik Geofisika
Teknik Geofisika merupakan bidang ilmu yang mempelajari berbagai fenomena kebumian menggunakan prinsip fisika dan matematika.
Beberapa bidang yang dipelajari dapat berkaitan dengan penginderaan jauh, pemodelan serta pengamatan fenomena bumi dan atmosfer.
Baca Juga: Liburan Sejuk di Baturaden, Ini 3 Hotel Dekat Kawasan Wisata Air Terjun
Jurusan ini dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari ilmu kebumian secara lebih luas.
6. Teknik Dirgantara
Teknik Dirgantara tidak secara khusus mempelajari modifikasi cuaca.
Namun, bidang ini memiliki keterkaitan dengan teknologi penerbangan dan dinamika fluida.
Pengetahuan tersebut dapat mendukung pemahaman mengenai penggunaan pesawat dalam berbagai kegiatan penelitian dan operasi yang berkaitan dengan atmosfer.
Jika ingin secara khusus mendalami modifikasi cuaca, Meteorologi menjadi salah satu pilihan jurusan yang paling dekat dengan bidang tersebut.
Mahasiswa kemudian dapat memperdalam pengetahuan melalui penelitian atau pendidikan lanjutan yang berkaitan dengan fisika awan, atmosfer, penginderaan jauh, pemodelan cuaca maupun teknologi modifikasi cuaca.
Di Indonesia, bidang meteorologi dan atmosfer juga berkaitan dengan kegiatan lembaga seperti BMKG serta berbagai institusi riset yang melakukan penelitian mengenai atmosfer dan cuaca.
Baca Juga: Rumah Pribadi Dirjen PPTR Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK di Bekasi
Perlu diketahui, modifikasi cuaca bukan berarti menciptakan hujan dari langit yang benar-benar cerah.
Operasi modifikasi cuaca pada dasarnya memanfaatkan kondisi awan yang tersedia dan melakukan intervensi tertentu untuk memengaruhi proses di dalam awan.
Karena itu, kemampuan membaca kondisi atmosfer, memahami karakteristik awan serta memprediksi perkembangan cuaca menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.***




