POJOKSATU.id - Pemerintah Indonesia dan Rusia resmi menandatangani perjanjian pengakuan timbal balik pendidikan dan gelar akademik.
Kesepakatan ini menandai babak baru kerja sama pendidikan kedua negara, sekaligus menghapus kewajiban penyetaraan gelar akademik dari Rusia di Indonesia.
Perjanjian tersebut diteken oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia Valery Falkov.
“Naskah perjanjian ini akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan Rusia, khususnya untuk membuka akses kepada para pemegang gelar akademik untuk melanjutkan pendidikan atau melakukan kegiatan profesional, baik di Indonesia maupun Rusia,” ujar Brian, dikutip dari laman resmi Kemendiktisaintek, Senin, 15 Desember 2025.
Baca Juga: Mulai 2026 PIP Menjangkau Siswa TK, Ini Besaran Bantuan, Cara Daftar, dan Mekanisme Pencairannya
Gelar S1 hingga S3 Langsung Diakui
Melalui kesepakatan ini, pendidikan menengah serta seluruh jenjang pendidikan tinggi, mulai dari S1, S2, hingga S3 dari Indonesia dan Rusia, kini diakui setara.
Artinya, lulusan perguruan tinggi Rusia tidak perlu lagi mengajukan proses penyetaraan ijazah ke Kemendiktisaintek untuk keperluan akademik maupun profesional.
“Gelar dari universitas Rusia langsung diakui di Indonesia. Tidak perlu memproses penyetaraan tambahan untuk melanjutkan studi atau memasuki profesi yang mensyaratkan ijazah resmi,” tulis akun Instagram Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, @rusdomindo.
Baca Juga: Usai Tangkap Gubernur, Kini Giliran Rumah Dinas Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Diacak-acak KPK
Kesepakatan ini membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan Rusia untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja di Indonesia tanpa hambatan administratif terkait pengakuan ijazah.
Begitu pula sebaliknya, lulusan Indonesia memiliki akses yang lebih jelas untuk berkarier atau studi lanjut di Rusia.
Menteri Falkov menilai perjanjian ini sebagai pencapaian penting, seiring meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di universitas-universitas Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Beasiswa Rusia Mulai 2026
Tak hanya soal pengakuan gelar, kerja sama pendidikan kedua negara juga akan diperkuat melalui program beasiswa.
Brian menyampaikan bahwa mulai 2026, Kemendiktisaintek berencana membuka program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Rusia.
Di sisi lain, Brian juga mengajak mahasiswa Rusia untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 di Indonesia.
Bahkan, ia mendorong para profesor dari Rusia untuk turut mengajar dan berbagi keahlian di perguruan tinggi Tanah Air.
Sementara itu, Falkov menyebutkan bahwa informasi terkait beasiswa di Rusia dapat diakses melalui laman Study in Russia.
Ia berharap mobilitas akademik antara Indonesia dan Rusia ke depan menjadi lebih mudah, aman, dan transparan. ***




