POJOKSATU.id - Pemerintah Indonesia dan Prancis terus mempererat hubungan bilateral melalui penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, saat bertemu Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone.

Pertemuan ini membahas pelaksanaan Tahun Inovasi Indonesia–Prancis yang menjadi payung besar kerja sama bilateral, mencakup pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta mobilitas mahasiswa dan peneliti kedua negara.

Baca Juga: Audit BPKP Bongkar Penyimpangan! Dua Eks Pegawai Kementan Jadi Tersangka Korupsi Rp5,94 Miliar

Menteri Brian Yuliarto menyampaikan bahwa program Tahun Inovasi telah mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

“Melalui inisiatif ini, Indonesia dan Prancis tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga menyusun peta jalan strategis untuk pengembangan kerja sama jangka panjang,” ucapnya, Selasa (27/1/2026).

Peluang Kolaborasi Kampus dan Riset
Menteri Brian berharap kerja sama ini dapat semakin memperkuat hubungan antarpenguruan tinggi di Indonesia dan Prancis.

Baca Juga: Fantastis! Gaji ASN Kudus Capai Rp 542 Miliar, PPPK Paruh Waktu Kebagian Rp 63,8 M

Ia menilai, momentum Tahun Inovasi membuka peluang lebih luas bagi hibah riset bersama serta kolaborasi akademik lintas institusi.

“Kami melihat potensi besar untuk memperdalam kolaborasi universitas Indonesia dan Prancis, baik dalam bidang riset, inovasi, maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Penguatan kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas riset nasional sekaligus mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan.

Baca Juga: IAGI Dorong Geosains Jadi Fondasi Kebijakan Bencana dan Pembangunan

Komitmen Prancis Hadirkan Pendidikan Unggulan
Sementara itu, Pemerintah Prancis menyatakan komitmennya untuk menghadirkan institusi pendidikan unggulan di Indonesia.

Kerja sama pendidikan juga akan diperluas melalui penguatan program beasiswa dan mobilitas mahasiswa.

Salah satu skema yang menjadi perhatian adalah pengembangan kerja sama beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Baca Juga: Riwayat Pendidikan SD–SMA Hilang di Info GTK? Ini Penyebab Sistemik dan Langkah Aman Agar Validasi Tetap Lolos

Duta Besar Prancis Fabien Penone menyebut, keberhasilan program beasiswa magister LPDP–Prancis telah mendorong rencana perluasan hingga jenjang doktoral.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke Prancis mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir.

Mobilitas Mahasiswa Dua Arah
Tidak hanya itu, minat mahasiswa Prancis untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi Indonesia juga terus menunjukkan tren positif.

Baca Juga: Perpres 79 Tahun 2025 Dibahas, Prabowo Singgung Kenaikan Gaji ASN dan Harapan Baru Pensiunan, Ini Penjelasannya

Kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk memperkuat pertukaran budaya dan akademik secara seimbang.

Ke depan, kedua negara berencana mengembangkan program joint degree dan double degree sebagai bentuk pendalaman kerja sama pendidikan tinggi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Prancis menegaskan tekad bersama untuk membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan. ***