POJOKSATU.ID - Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Indonesia mengalami kekurangan lebih dari 50 ribu kepala sekolah di seluruh jenjang pendidikan.
Adapun provinsi dengan kekurangan terbanyak adalah Jawa Barat sebanyak 7.490 sekolah.
Kemudian disusul Jawa Tengah 6.881 sekolah, dan Jawa Timur 6.513 sekolah.
Baca Juga: Penguasaan Strategi Digital dan SEO Untuk Mahasiswa di Era Komunikasi Modern
“Kebutuhan kepala sekolah di seluruh Indonesia masih sangat tinggi, dengan total mencapai 50.971 orang,” ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, dikutip Rabu (25/6/2025).
Dikatakan Nunuk, bahwa kekurangan jumlah kepala sekolah tersebut mencakup mereka yang pensiun pada tahun ini (mencapai 10.899).
Sehingga kekosongan jabatan kepsek (lebih dari 40.000), serta sekolah yang saat ini belum memiliki kepala sekolah secara definitif.
Baca Juga: Kampus di Kota Kediaman Jokowi dan Gibran Soroti Kasus Ijazah, Ini Masalah Kebenaran dan Integritas
“Ini angka yang cukup mengkhawatirkan menurut saya jika kita ingin mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif,” ujar Nunuk.
Oleh karena itu, Kemendikdasmen menghadirkan program Kepemimpinan Sekolah sebagai salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan kepala sekolah yang saat ini masih sangat kurang.
Program ini mengacu kepada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Nunuk juga mengatakan bahwa setiap guru yang ingin menjadi kepala sekolah harus memenuhi syarat administrasi hingga pelatihan selama 110 jam.
Pelatihan tersebut, katanya, akan mencakup praktik hingga sesi refleksi.
“Mereka akan mengikuti pelatihan selama sejumlah 110 jam, kemudian akan on the job learning di lapangan, di sekolah. Kemudian, akan kembali lagi ke tempat pelatihan untuk menyampaikan refleksi dan praktik baiknya,” katanya. ***




