POJOKSATU.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya memperbanyak lembaga penelitian di lingkungan kampus, khususnya perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI).

Menurutnya, hasil riset harus diarahkan pada penguatan inovasi yang berujung pada hak paten serta pengakuan internasional, agar kontribusi kampus dapat dirasakan secara luas.

Hal itu disampaikan Menag saat melakukan ground breaking Edupark Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Edupark Kampus III UIN Malang, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: BPJPH Tegaskan Jual Babi dan Alkohol Tak Dilarang, Negara Cuma Minta Jujur Cantumkan Label Non Halal

“Lembaga-lembaga penelitian harus diperbanyak dan dari penelitian itu nanti bisa kita berikan hak patent dan internasional,” ujarnya.

Edupark sendiri akan dikembangkan untuk mendukung berbagai fasilitas pembelajaran yang terintegrasi dengan Kampus III UIN Malang.

Kawasan ini dirancang menjadi Green and Smart Campus, yang tidak hanya menunjang aktivitas akademik, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Juga: UPDATE CPNS 2026! BKN Ungkap Peluang Seleksi Bergantung Pada Ini

Menag juga menyinggung tantangan utama perguruan tinggi yang menurutnya bukan semata membangun fasilitas fisik.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dan pemeliharaan. Pembangunan tanpa perawatan, kata dia, akan kehilangan makna dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Menurut Nasaruddin, keberkahan sebuah institusi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan, tetapi juga oleh kemampuan sivitas akademika dalam merawat lingkungan kampus secara berkelanjutan.

Baca Juga: Guru Wajib Hafal Timeline Bulanan TPG 2026, Dari Tanggal 1 Sampai Akhir Bulan Agar Tidak Kehilangan Hak

“Mari kita merawat lingkungan sosial kampus ini, karena tempat yang berkah akan memunculkan barakah dari langit dan barakah dari bumi,” tuturnya.

Dalam arahannya, Menag mendorong UIN Malang untuk berani melakukan terobosan dan tidak sekadar meniru program institusi lain.

Ia menilai kemajuan hanya bisa dicapai melalui keberanian berpikir berbeda dan berijtihad, selama tetap berpijak pada landasan keilmuan yang benar.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Tanam 1.300 Pohon Saninten, Perkuat Mitigasi Bencana dan Ketahanan Lingkungan

“Kalau ingin maju, kita harus mampu berpikir lain dan berani berijtihad,” katanya.

Lebih jauh, Nasaruddin mengaitkan pengembangan UIN Malang dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan Indonesia sebagai episentrum kajian pendidikan keislaman internasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial dan kultural yang kuat untuk menjadi pusat lahirnya peradaban baru dunia Islam.

“Tempat yang paling baik untuk menyemaikan peradaban baru dunia Islam itu memang Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa Pacitan Magnitudo 6,2, Korban Luka di Bantul Bertambah Jadi 15 Orang

Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, Menag berharap UIN Malang tidak hanya melahirkan ilmuwan atau intelektual, tetapi juga cendekiawan yang mampu mengamalkan ilmu dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Target kita adalah tidak hanya melahirkan intelektual dan ilmuwan, tetapi juga turut melahirkan cendekiawan yang keilmuannya berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: THR 2026 Bukan Milik ASN Saja! Ini Daftar Lengkap Penerima dan Besaran Nominal untuk Tiap Golongan

Acara ground breaking Edupark UIN Malang tersebut turut dihadiri Rektor UIN Malang Ilfi Nur Diana, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, serta jajaran pimpinan UIN Malang. ***