POJOKSATU.id — Indofood kembali menggelar program Indofood Riset Nugraha (IRN) untuk periode 2025–2026.

Sebanyak 96 proposal penelitian mahasiswa dari 61 perguruan tinggi di seluruh Indonesia terpilih menerima bantuan dana riset.

Program ini menjadi bentuk nyata dukungan Indofood bagi mahasiswa tingkat sarjana yang sedang menyelesaikan tugas akhir penelitiannya.

Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana, menjelaskan bahwa IRN dihadirkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap IRN dapat semakin memberdayakan para peneliti muda untuk berkontribusi bagi pengembangan pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Tampang Muhammad Kevin Pradana, Kepala SPPG di Bekasi Maki Hingga Pegang-pegang Pegawai Wanita Berujung Pecat Korban

Tema dan Relevansi Penelitian

Tahun ini, IRN mengusung tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal.”

Ketua Tim Pakar IRN, Purwiyatno Hariyadi, menilai tema tersebut masih sangat relevan.

“Mengingat masih begitu banyak sumber pangan fungsional bernilai gizi tinggi di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB itu juga menambahkan, pemanfaatan pangan lokal bukan hanya soal gizi, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Antusiasme Mahasiswa dan Proses Seleksi

Untuk periode 2025–2026, Indofood menerima 735 proposal penelitian dari 135 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Maxim, Redefining Mobility and Delivery Across Indonesia

Jumlah ini meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme mahasiswa yang kian besar terhadap riset pangan.

Proposal-proposal tersebut diseleksi secara ketat, baik dari sisi administrasi maupun substansi.

Seleksi dilakukan oleh 9 pakar IRN dari berbagai bidang ilmu, mulai dari teknologi pangan, sosial ekonomi pertanian, gizi dan kesehatan, hingga bioteknologi dan industri.

Selain dana penelitian, para peserta juga akan mendapat pendampingan langsung dari tim pakar melalui dua tahapan audit riset serta berbagai pelatihan soft skill untuk membangun karakter peneliti muda yang tangguh.

Empat Peneliti Terbaik IRN 2024–2025

Dalam kesempatan yang sama, IRN turut memberikan penghargaan kepada empat mahasiswa terbaik periode 2024–2025, yaitu:

Baca Juga: Optimalisasi Kinerja OPD, Pemprov Sumut Tata Ulang Struktur Menyeluruh

Hamzah Akram Maulana (Universitas Tanjungpura)

Kalisha Nirmala Chandra (Universitas Gadjah Mada)

Rosdiana Anjelina (Institut Teknologi Bandung)

Zhafa Nesya Salsabila (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur)

Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui berbagai indikator.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada 4 peneliti terbaik yang dipilih dari 80 peneliti. Dinilai dari aspek proses, mutu penelitian, teknik presentasi, penguasaan materi, dan keseriusan,” ujarnya.

Baca Juga: Kepala SPPG di Bekasi Maki Hingga Pegang-pegang Pegawai Wanita, Korban: Saya Baru Pertama Kali Kerja

Menurut Suaimi, IRN telah hadir hampir dua dekade untuk memberdayakan peneliti muda berinovasi di bidang pangan.

“Hingga kini IRN telah mendukung lebih dari 1.200 penelitian mahasiswa. Program ini tidak hanya menggali potensi komoditas lokal, tapi juga menumbuhkan minat generasi muda terhadap riset pangan berkelanjutan,” paparnya.

Kisah di Balik Riset Mahasiswa

Salah satu penerima IRN, Rosdiana Anjelina dari ITB, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Kalau enggak ada IRN, mungkin saya enggak akan lulus dari ITB,” ucapnya jujur.

Ia menuturkan, biaya penelitian yang berjudul Analisis Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman, Kualitas Biomassa, serta Dinamika Kandungan Nitrogen pada Sistem Three Sisters dengan Penggunaan Pupuk Vermikompos cukup besar dan sempat terkendala pendanaan dari kampus.

“Dukungan dana dan pendampingan dari pakar IRN benar-benar membantu mewujudkan penelitian ini,” katanya.

Baca Juga: Regulator Gas Bocor Picu Kebakaran di Rumah Makan Tanah Abang, Pertamina Ingatkan Pentingnya Cek Instalasi LPG

Penandatanganan nota kesepahaman antara Indofood dan peserta IRN 2025–2026 dilaksanakan di Gedung Indofood, Jakarta, pada Kamis (16/10/2025) sebagai tanda dimulainya program riset tahun ini.

Dua Dekade Membangun Generasi Peneliti Pangan
Sejak pertama kali digelar pada 2006, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian mahasiswa dan memberikan pendanaan kepada lebih dari 1.200 proyek riset.

Program ini konsisten mengusung misi besar: mendorong semangat riset dan inovasi pangan berbasis potensi lokal Indonesia.

Indofood percaya, masa depan ketahanan pangan nasional ada di tangan generasi muda yang berani meneliti, berinovasi, dan mencintai sumber daya lokal negeri sendiri.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya. ***