POJOKSATU.id - Suasana di depan Penabur Intercultural School, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendadak jadi perhatian warga.
Rangkaian karangan bunga warna-warni berdiri memanjang di trotoar, seakan membentuk pagar protes yang tak biasa untuk sebuah institusi pendidikan.
Bukan ucapan selamat, melainkan sindiran keras dari para orang tua yang menuding pihak sekolah menutupi kasus dugaan perundungan.
Baca Juga: Tekiro Mechanic Competition 2026 Resmi Diluncurkan, Target Libatkan 100 Ribu Siswa SMK Otomotif
Mulai dari papan merah, hijau, biru, sampai ungu, semuanya menampilkan pesan bernada kecewa dan protes.
Fenomena ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial, apalagi setelah muncul dugaan ada lebih dari satu laporan resmi ke kepolisian terkait kasus bullying tersebut.
Polisi Benarkan Ada Laporan
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra membenarkan bahwa laporan terkait dugaan bullying memang sudah teregister di Polres Metro Jakarta Utara.
Dua laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/439/III/2025/SPKT/POLRES METRO JAKUT pada 5 Maret 2025, dan LP/B/2289/XI/2025/SPKT/POLRES METRO JAKUT pada 29 November 2025.
"Benar, dan ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara," ujar Seto, Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Juga: Heboh! Tanya Izin Tambang yang Masih Misteri, Tapi Malah Aktivis Kendeng yang Dipolisikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga menegaskan bahwa proses hukum berjalan secara profesional.
Ia memastikan penyidik bekerja tanpa tekanan dari pihak mana pun.
"Dalam penanganan penyidik Polrestro Jakut, kita beri ruang bagi penyidik untuk bekerja. Polri konsisten dan komitmen dalam penegakan hukum yang adil dan transparan," jelasnya.
Proses Penyidikan Sudah Berjalan
Maraknya karangan bunga bernada sindiran juga mendapat perhatian Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.
Ia mengaku sudah menerima informasi dari pihak sekolah maupun media sosial.
"Masih dalam penyelidikan kami," kata Onkoseno, Kamis, 4 Desember 2025.
Saat ditanya soal pelapor maupun terlapor, Onkoseno belum dapat membuka identitas kelas. Namun, ia memastikan pemeriksaan sudah berjalan.
"Sedang berjalan ya," ujarnya. Mengenai dugaan detail tindakan perundungan, ia menambahkan, "Belum bisa kita simpulkan."
Tiga Pelajar Diduga Jadi Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekolah yang disebut dalam laporan adalah SDK Penabur Kelapa Gading.
Baca Juga: Bencana Memaksa Warga Bertahan, Demi 10 Kg Beras, Seorang Bapak Tak Gentar Mengantre Berjam jam
Diduga tiga pelajar berinisial G (11), J (10), dan C (10) menjadi korban perundungan. Sementara terduga pelaku adalah seorang siswa lain berinisial E.
Para orang tua korban sebelumnya telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 5 Maret 2025, kemudian melanjutkan laporan ke Polres Jakarta Pusat pada 29 November 2025. ***




