POJOKSATU.ID — Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) meluncurkan program Mental Health Champions (MHC) UI untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa dan membangun resiliensi di kalangan mahasiswa.
Program ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kasus gangguan kesehatan jiwa di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa.
Ketua Umum ILUNI UI Didit Ratam menyatakan bahwa promosi kesehatan jiwa di kalangan remaja menjadi prioritas utama. "Kami mendorong terwujudnya program kesehatan komprehensif yang mencakup deteksi dini, pendampingan, pembentukan jaring pengaman, hingga kebijakan kampus yang inklusif dan berbasis empati," ujar Didit.
Baca Juga: Lantik Kepala BPSDM dan Kadis Pendidikan Sumut, Begini Pesan Penting Bobby Nasution
Survei I-NAMHS 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa, sedangkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat bahwa prevalensi depresi tertinggi terjadi pada kelompok muda, dengan proporsi perempuan muda dua kali lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Menurut studi Women Empowerment Center ILUNI UI tahun 2024 yang melibatkan 63 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, sebanyak 54 persen responden mengalami stres ringan dan 46 persen mengalami stres tinggi. Berdasarkan data tersebut, ILUNI UI menginisiasi program MHC UI sebagai langkah preventif dan promotif.
Ketua Women Empowerment Center ILUNI UI, Visna Vulovik, menjelaskan bahwa anggota MHC UI yang terlibat akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari alumni UI dan profesional kesehatan jiwa sebelum bertugas sebagai konselor sebaya. "Mereka dibekali kemampuan untuk edukasi, konseling awal, rujukan ke layanan kesehatan jiwa, serta advokasi," kata Visna.
Visna menambahkan bahwa program ini telah melalui uji coba alat pendampingan, pembentukan jaringan pakar, dan penyusunan Panduan MHC UI berbasis ilmiah. "Ekosistem ini dibangun untuk menciptakan resiliensi komunal di kalangan mahasiswa, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik," ujarnya.
Pakar kesehatan jiwa, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, yang turut hadir dalam uji Panduan Praktis MHC UI, menyatakan bahwa program ini dapat mengisi kekosongan tenaga kesehatan jiwa di level pertama.
"Jika kesehatan jiwa mahasiswa bisa ditangani di lingkungan kampus, hal ini bisa menjadi modal besar bagi mereka dalam menghadapi masa depan," tegasnya.
Hadir dalam pertemuan terbatas tersebut Koordinator Layanan Konseling Klinik Satelit UI Ika Malika, M.Psi; Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si; Badan Khusus PP Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Anna Surti Ariani, M.Psi; dan Pendiri Satu Persen dan SP Collective Ifandi Khainur Rahim, S.Psi, CHRP.
ILUNI UI berharap, MHC UI dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa UI dan mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih sehat secara mental. ***



