POJOKSATU.id — Prestasi membanggakan diraih Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., Dosen Kelompok Keahlian Kimia Anorganik dan Fisik ITB.

Pada Agustus 2024, ia menerima Penghargaan Achmad Bakrie ke-20 kategori Ilmuwan Muda.

Satu bulan kemudian, namanya masuk dalam daftar ilmuwan Top 2% Dunia versi Elsevier dan Stanford University.

Baca Juga: Hakim PN Karawang: Permohonan Pengalihan Tahanan Neni Ibu Menyusui Diputus Kamis

Dr. Grandprix adalah bagian dari Pusat Rekayasa Katalisis ITB (PRK-ITB), yang sejak 2019 meneliti material nano untuk energi bersih.

Fokus risetnya mencakup material nanopori dan MXene, teknologi nano dua dimensi yang baru ditemukan global pada 2011.

“Lab kami adalah yang pertama mengembangkan MXene di Indonesia sejak tahun 2019,” ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Rudy Susmanto Tegaskan Pemuda Bukan Sekadar Pelengkap Tapi Penentu Arah Masa Depan Bangsa

Material MXene memiliki potensi besar sebagai katalis dalam pemecahan air menjadi hidrogen dan oksigen, mendukung upaya energi ramah lingkungan.

Selain itu, material nano juga dikembangkan untuk teknologi filtrasi air, sensor berbasis partikel nano emas, hingga aplikasi energi seperti sel surya.

Inovasi tersebut tidak hanya mencetak kontribusi akademik, namun juga memperkuat ekosistem industri kimia dan teknologi bersih nasional.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Rudy Susmanto Tegaskan Pemuda Bukan Sekadar Pelengkap Tapi Penentu Arah Masa Depan Bangsa

“Saya sangat bersyukur ada pihak eksternal yang memberikan penghargaan seperti ini, karena itu berarti penelitian yang kita kembangkan diakui dan dihargai,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa pencapaian bukan tujuan akhir.

Penghargaan hanyalah bonus dari perjalanan panjang riset yang ia mulai sejak masa sarjana dan terus berkembang melalui kolaborasi internasional.

Sejumlah kampus seperti National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Kyushu University, hingga Harvard University menjadi mitra penting.

Baca Juga: Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Tegaskan Tak Ada Iuran atau Pendaftaran Resmi untuk Berjualan di CFD Tegar Beriman

Riset Dr. Grandprix juga menghasilkan publikasi internasional dan paten. Ia berpesan kepada peneliti muda untuk berani bergerak meski fasilitas terbatas.

“Tantangannya tentu ada. Tapi, puji Tuhan, kami selalu mengusahakan apa yang bisa dikerjakan dengan fasilitas yang kami miliki. We make the best out of what we have.

Kuncinya adalah kolaborasi dengan kolega di luar negeri. Muda itu bukan soal usia saja, tapi tentang semangat yang membara dan tidak pernah padam.

Baca Juga: Tips Make Up Anti Crack dan Tahan Badai, Aman Buat Kamu yang Aktivitas Indoor dan Outdoor

Kita tidak boleh merasa kecil karena masih muda,” katanya.

Lingkungan kolaboratif ITB juga menjadi fondasi penting bagi kemajuan riset tersebut.

Ia optimistis Indonesia bisa menjadi pemain besar di bidang sains material dalam waktu dekat.

Dengan lebih dari 90 persen proses industri kimia memerlukan katalis, inovasi di bidang ini dipastikan memberikan dampak besar untuk sektor energi, lingkungan, dan manufaktur dalam lima tahun mendatang. ***