POJOKSATU.id - Kabar gembira untuk para guru honorer, karena tahun depan tunjangan akan naik.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan menambahkan kuota guru honorer untuk ASN yang mendapatkan beasiswa kuliah S1 atau D4 dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
Dalam keterangannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, tahun depan pemerintah akan menambahkan insentif bagi guru honorer dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per bulan terhitung Januari 2026.
Baca Juga: Indofood Riset Nugraha 2025, Sebanyak 96 Mahasiswa Dapat Dana Riset, Dorong Inovasi Pangan Lokal
Ditambahkan Abdul Mu'ti, bahwa penambahan insentif bagi guru honorer ini setelah ada persetujuan Komisi X DPR RI dan Kementerian Keuangan.
"Insentif guru honorer naik menjadi 400 ribu per bulan mulai.tahun 2026. Dananya sudah disetujui DPR RI dan Kemenkeu," uajr Abdul Mu'ti, dikutip Pojoksatu, Kamis (23/10/2025).
Selanjutnya, Mu'ti mengatakan tahun ini pemerintah sudah menyalurkan dana insentif bagi guru honorer.
Dana yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru itu, tujuannya meningkatkan kesejahteraan guru
Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 300 ribu per bulan selama 7 bulan dan ditransfer sekaligus. Jadi, masing-masing guru honorer menerima 2,1 juta rupiah.
Saat ini, Sebanyak 341.248 guru honorer yang menerima insentif Rp 2,1 juta rupiah.
Baca Juga: Kepala SPPG di Bekasi Maki Hingga Pegang-pegang Pegawai Wanita, Korban: Saya Baru Pertama Kali Kerja
"Mekanisme pencairan dana insentif ini langsung ke rekening masing-masing guru honorer. Jadi, tidak lagi mampir di rekening Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten/kota," imbuhnya.
Begitu pula dengan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), yang kini mencapai Rp2 juta per bulan bagi guru non-ASN, serta setara satu bulan gaji pokok bagi guru ASN.
Menteri Mu’ti menjelaskan, sejak Maret 2025 mekanisme penyaluran TPG telah berubah.
Kini, tunjangan tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Sebelumnya, pencairan dilakukan setiap tiga bulan melalui pemerintah daerah.
Sementara itu, terkait program beasiswa kuliah bagi guru honorer maupun ASN yang belum bergelar sarjana, Menteri Mu’ti mengungkapkan bahwa pada tahun ini sebanyak 2.500 guru dan tenaga kependidikan telah mulai menempuh pendidikan dengan beasiswa senilai Rp3 juta per semester.
Baca Juga: Pemula Jangan Asal Pilih, Yuk Kenali Jenis-Jenis Reksadana Sebelum Investasi
Pemerintah juga berencana memperluas program tersebut pada tahun depan, dengan target pemberian 150 ribu beasiswa bagi guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1. ***




