POJOKSATU.id - Penuntasan honorer atau non ASN diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih belum menemui kejelasan.
Dengan demikian nasib jutaan honorer yang sangat berharap diangkat sebagai ASN PPPK pun masih digantung.
Suara-suara honorer dari berbagai daerah pun semakin keras menuntut segera diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.
Apalagi pegawai dengan status honorer akan dihapuskan setelah 31 januari 2024.
Mekanisme pengangkatan honorer jadi ASN PPPK ini juga disinggung Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara, Haryomo Dwi Putranto.
Itu terjadi dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian se-Wilayah Kerja Kantor Regional VIII BKN, di Hotel Harris & Convention Bekasi, Senin pada 24 Juni 2024.
Dia menegaskan bahwa penuntasan honorer bukan pekerjaan rumah pemerintah pusat saja.
Akan tetapi juga merupakan tanggungjawab pemerintah daerah.
Saat ini, BKN masih dalam tahap proses validasi dan verifikasi usulan formasi yang telah diajukan.
"Jumlahnya, sisanya, kurang lebih 1,7 juta non ASN yang ada dalam database kita," ujarnya dikutip Pojoksatu.id, pada Kamis 27 Juni 2024.
Dipastikan, bahwa untuk seleksi PPPK 2024 masih difokuskan untuk honorer yang masuk dalam database BKN, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Bagaimana (honorer) yang di luar database BKN? Tentu kita akan melihat kebijakan selanjutnya," ucap dia.
Dalam seleksi PPPK 2024 juga masih menunggu penerbitan RPP Manajemen ASN yang saat ini sudah dua kali menjalani uji publik.
Dia menjelaskan bahwa PP Manajemen ASN ini merupakan penggabungan antara aturan-aturan sebelumnya.
Yakni PP Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.
"Maka nanti satu PP (PP Manajemen ASN) itu berlaku untuk PNS maupun PPPK," jelas dia.
Dia juga memastikan setelah PP Manajemen ASN itu terbit, maka tidak ada lagi perbedaan antara PNS dengan PPPK.
"Dengan adanya penggabungan ini diharapkan hak antara PPPK dengan PNS sama," tuturnya.
Demikian juga terkait karir, dimana pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, akan memiliki hak yang sama dengan PNS.
Dimana sebelumnya PPPK hanya boleh mengisi jabatan Pimpinan Tinggi Utama, Pimpinan Tinggi Madya serta jabatan fungsional.
"Dimungkinkan ke depan nanti PPPK pun boleh mengisi Jabatan Pelaksana," tegasnya.
Akan tetapi tayangan sambuntan Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara, Haryomo Dwi Putranto yang diunggah di Youtube mendapat reaksi keras dari para honorer.
Para honorer tersebut mendesak agar mereka secepatnya diangkat sebagai ASN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Mereka mengaku sudah sangat bosan dengan janji-janji manis yang selama ini berseliweran.
"Kami honorer yang lama mengabdi hanya ingin diangkat ASN. Kami tidak perlu janji-janji manis lagi, kami ingin bukti yang bisa membuat kehidupan kmi sejahtera," tegas @mariatulleni3***.
Ada juga @obrinnavy0*** yang mempertanyakan kinerja pemerintah.
"Ini uda mau bulan 7 kami butuh aksi bukan omongan manis, semua omongan mendukung honorer dari tahun lalu tiap rapat tapi sampai sekarang aksi masih nol," kecam dia.
Ia menceritakan, kehidupannya sebagai honorer jauh dari kata cukup.
Bahkan dia harus mencari penghasilan lain untuk menopang kehidupan keluarganya.
"Saya disni harus jualan es dan buka pangkas supaya cukup biaya hidup anak istri karena gaji honor sangat jauh di bawah gaji tukang cuci piring yang ga butuh biaya kuliah besar," sambung dia.
Sementara @user-vb7kr3z*** tak kalah keras dalam menyuarakan isi hatinya.
"1,7 juta sisanya itu angkat aemua jangan dikotak-kotak dan jangan banyak bacot....Satpam, Vlening service dan Sopir," tulisnya.
"Yang masuk database BKN 1,7 juta itu bukan sampah, kami juga manusia. Ingat kalian di negara dan hidup di Indonesia," ingat dia.
Ada juga @rubingahrosita6*** yang sudah berpuluh-puluh tahun masih honorer dan belum diangkat jadi ASN.
"Tolong buat pemangku jabatan yang berwenang angkatlah kami, karena kami sudah ikut mencerdaskan bangsa,"
"Siswa siswi kami sudah ada yang jadi PNS. Data kami ada di Dapodik riil bukan siluman," tegasnya.
Sedangkan @YayangSopian-vw*** mengungkap jadi honorer sejak 1988 dan menuliskan kalimat pasrah.
"Honorer dari tahun 1988 sampai sekarang 2024. Usia sudah 56 tahun ikut nyimak ajah," singkat dia.***




