POJOKSATU.id — Kemampuan bermain gim kompetitif kini dapat menjadi salah satu jalan untuk memperoleh beasiswa kuliah di luar negeri.

University of Silicon Valley (USV) di Amerika Serikat membuka program Max Achievement Scholarship yang ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki pencapaian tinggi di berbagai permainan daring.

Melalui program tersebut, peserta yang memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh bantuan biaya pendidikan dengan nilai maksimal USD 15.000 setiap semester atau sekitar Rp88 juta.

Baca Juga: Matangkan Ranperda PPLH, Pansus XV DPRD Jabar Siap Pangkas Pasal Tumpang Tindih

Nominal beasiswa yang diterima akan disesuaikan dengan tingkatan prestasi atau tier yang berhasil diraih dalam gim yang diakui oleh pihak universitas.

Skema bantuan dana dibedakan berdasarkan kategori pencapaian masing-masing peserta.

Pemain yang berhasil mencapai Legendary Tier berhak memperoleh beasiswa senilai USD 15.000 per semester.

Sementara itu, pelamar yang berada pada kategori Mastery Tier akan menerima bantuan pendidikan sebesar USD 7.500 untuk setiap semester perkuliahan.

Baca Juga: Penjaga Rumah Eks Jampidsus Sempat Pulang Kampung, Dipanggil Pulang Sama Febrie Seminggu Lalu

Max Achievement Scholarship dapat diikuti oleh calon mahasiswa program sarjana maupun magister.

Meski demikian, nominal bantuan untuk mahasiswa magister hanya diberikan sebesar 50 persen dari jumlah beasiswa yang diterima peserta program sarjana.

Selama masa studi, penerima beasiswa juga harus tetap berstatus sebagai mahasiswa penuh waktu dan mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,0 agar bantuan pendidikan tetap berlaku.

Baca Juga: Kota Bandung Mulai Terdampak Kemarau, Walkot Farhan Jamin Pasokan Air Bersih Aman

University of Silicon Valley menetapkan sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi oleh setiap pelamar sebelum mengajukan permohonan beasiswa ini.

Salah satu syarat utama adalah menyerahkan bukti pencapaian dalam gim berupa tangkapan layar akun yang menampilkan level atau tier yang berhasil diraih beserta tanggal pencapaiannya.

Bukti tersebut juga harus disertai verifikasi resmi dari pihak gim yang dimainkan.

Seluruh prestasi wajib dapat dibuktikan melalui profil publik, API resmi, atau tangkapan layar yang jelas sehingga pihak universitas dapat melakukan proses verifikasi.

Baca Juga: Polres Karawang Naik Kelas Jadi Polresta, Kapolda: Ini Amanah Besar dari Negara

Tangkapan layar yang dikirim harus memperlihatkan nama karakter, ID akun, serta indikator pencapaian secara lengkap.

Jika gim yang dimainkan tidak menyediakan API maupun sistem verifikasi publik, pihak universitas berhak meminta bukti tambahan berupa rekaman video atau melakukan verifikasi akun secara langsung melalui layar.

Khusus permainan catur, platform Lichess.org tetap dapat digunakan selama informasi yang ditampilkan memenuhi standar verifikasi yang ditentukan.

Selain melengkapi bukti pencapaian dalam gim, pelamar juga diwajibkan terlebih dahulu mengajukan pendaftaran sebagai mahasiswa di University of Silicon Valley.

Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Ucapkan Selamat atas Pengukuhan Polresta Karawang

Dokumen akademik berupa transkrip nilai SMA atau transkrip perguruan tinggi juga harus diunggah sesuai dengan jenjang pendidikan yang akan ditempuh.

Peserta yang memiliki nilai SAT atau ACT dapat melampirkannya sebagai dokumen pendukung, meskipun persyaratan tersebut bersifat opsional.

Selanjutnya, setiap pelamar wajib menyusun esai refleksi mengenai pengalaman dan penguasaan terhadap gim yang dimainkan dengan panjang tulisan antara 500 hingga 750 kata.

Baca Juga: Maling Ayam di Bali Tewas Dimassa, Mengapa Koruptor Ratusan Miliar Justru Tersenyum Dilayar Kaca?

Daftar permainan yang memenuhi syarat untuk mengikuti Max Achievement Scholarship dapat dilihat melalui halaman resmi program beasiswa yang disediakan oleh University of Silicon Valley.

Penentuan penerima Max Achievement Scholarship dilakukan melalui tiga aspek penilaian.

Prestasi dalam gim menjadi komponen terbesar dengan bobot mencapai 60 persen.

Sementara itu, esai refleksi memberikan kontribusi sebesar 20 persen terhadap hasil seleksi, sedangkan 20 persen sisanya berasal dari rekam jejak akademik yang dimiliki oleh pelamar.***