POJOKSATU.id – Pengumuman hasil Tes Substantif PPG Calon Guru 2025 memunculkan banyak pertanyaan dari para peserta.

Beredar komentar akun Instagram @itafatmas******, yang megungkap seluruh teman satu perguruan tingginya dinyatakan tidak lolos.

Ia mengaku miris sekaligus bingung karena nilai tes substantif tidak ditampilkan, sehingga para peserta merasa tidak tahu secara objektif di mana letak kegagalannya.

Isu gagal massal satu kampus pun mulai beredar.

Namun, hingga saat ini, tidak ditemukan data resmi yang menunjukkan distribusi kelulusan per perguruan tinggi. Tidak ada laporan dari Ditjen GTKPG yang menegaskan bahwa satu kampus mengalami kegagalan serentak.

Isu tersebut lebih banyak muncul dari rasa kecewa peserta yang sangat bisa dipahami, tetapi kekecewaan saja tidak cukup untuk dijadikan dasar kesimpulan informasi tanpa data pendukung yang valid.

Baca Juga: Daftar Magang Nasional Batch 3 Mulai 4 Desember! Ini Kuota, Jadwal, dan Tahapan

Sebelum isu tersebut melebar, penting melihat duduk perkara secara runut berdasarkan data resmi dari Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kemendikdasmen. Simak artikel ini.

Bukan Asal Menggagalkan Peserta

Tahun ini, PPG Calon Guru 2025 mencatat tingkat persaingan yang sangat ketat. Ini menjadi faktor utama penyebab tingkat kelulusan.

Perlu diketahui, total peserta seleksi calon guru melalui PPG Calon Guru 2025 mencapai 80.215 orang, dengan 77.348 peserta hadir mengikuti tes dan 2.867 tidak hadir.

Sedangkam Tes substantif sendiri terdiri dari tiga subtes, yaitu tes bidang studi, tes literasi, dan tes numerasi.

Seluruh hasil kemudian diolah oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru bersama Pusat Asesmen Pendidikan dan Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan menggunakan prosedur baku yang ditetapkan Kemendikdasmen.

Kelulusan peserta ditentukan oleh dua hal.

  • Pertama, peserta harus memiliki skor akhir di atas Nilai Batas Kelulusan (NBK).
  • Kedua, meskipun skor sudah melewati NBK, peserta tetap harus masuk dalam peringkat kuota penerimaan berdasarkan bidang studi dan lokasi minat mengajar.

Ini berarti peserta yang sebenarnya memiliki nilai baik pun bisa tidak terwadahi bila kuotanya sudah penuh.

Baca Juga: Wajib Tahu! Cara Registrasi DTSEN 2025 dan Dukungan Sosial yang Bisa Diterima Warga

Sebab itulah, sistem pengumuman memang hanya menampilkan hasil “lulus” atau “tidak lulus” tanpa skor.

Namun begitu, ini bukan indikator kejanggalan; ini adalah pola pengumuman yang juga digunakan pada berbagai seleksi nasional lain yang berbasis nilai dan peringkat.

Hanya 24.994 Peserta yang Lolos

Dari total peserta yang hadir, hanya 24.994 orang yang dinyatakan lulus.

Sementara 52.354 peserta lainnya tidak lulus.

Angka ini menunjukkan bahwa seleksi tahun ini memang menjadi salah satu penyaring terbesar dalam proses menuju PPG.

Dengan rasio kelulusan sekitar 32 persen, wajar bila ada kelompok tertentu—termasuk peserta dari satu perguruan tinggi—yang banyak tidak lolos.

Namun hal ini tidak berarti ada kampus yang “dianaktirikan” sehingga tidak lulus; melainkan lebih pada kompetisi yang sangat ketat dan kuota yang terbatas untuk tiap bidang studi yang tersedia.

Rekapitulasi Kelulusan Peserta Tes Substantif per Bidang Studi – PPG Calon Guru 2025

Untuk melihat kelulusan menjadi lebih objektif, dapat disimak total kelulusan tiap bidang studi, bukan antar perguruan tinggi atau perorangan.

Rekapitulasi kelulusan peserta PPG Calon Guru ini dirilis melalui edaran resmi Nomor : 1077/B/GT.00.02/2025 Dírektorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidíltan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen tertanggal 29 November 2025 dan dikeluarkan pada 1 Desember 2025.

Berikut datanya:

  1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
    Lulus 8.686 peserta, tidak lulus 25.002, total 33.688.

  2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
    Lulus 5.376, tidak lulus 3.145, total 8.521.

  3. Matematika
    Lulus 837, tidak lulus 7.206, total 8.043.

  4. Bahasa Indonesia
    Lulus 2.687, tidak lulus 4.203, total 6.890.

    Baca Juga: Catat Baik-Baik! Ini Daftar Uang Rupiah yang Sudah Dicabut dan Batas Penukarannya, Selambatnya 2035
  5. Bimbingan dan Konseling
    Lulus 1.890, tidak lulus 2.750, total 4.640.

  6. Pendidikan Pancasila
    Lulus 1.952, tidak lulus 776, total 2.728.

  7. Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD)
    Lulus 245, tidak lulus 2.414, total 2.659.

  8. Informatika
    Lulus 537, tidak lulus 1.859, total 2.396.

  9. Seni Budaya
    Lulus 285, tidak lulus 1.639, total 1.924.

  10. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
    Lulus 814, tidak lulus 1.038, total 1.852.

  11. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
    Lulus 831, tidak lulus 305, total 1.136.

  12. Pendidikan Luar Biasa
    Lulus 321, tidak lulus 325, total 646.

  13. Teknik Ketenagalistrikan
    Lulus 6, tidak lulus 361, total 367.

  14. Teknik Mesin
    Lulus 58, tidak lulus 294, total 352.

  15. Kuliner
    Lulus 124, tidak lulus 162, total 286.

  16. Teknik Otomotif
    Lulus 95, tidak lulus 126, total 221.

  17. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
    Lulus 28, tidak lulus 186, total 214.

  18. Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
    Lulus 38, tidak lulus 170, total 208.

  19. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
    Lulus 10, tidak lulus 193, total 203.

    Baca Juga: Modul 2 Pedagogik Qurdis PPG Daljab Batch IV 2025, Simak Jadwal, Isi Materi, dan Fokus Kompetensinya
  20. Teknik Elektronika
    Lulus 2, tidak lulus 111, total 113.

  21. Broadcasting dan Perfilman
    Lulus 74, tidak lulus 21, total 95.

  22. Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
    Lulus 32, tidak lulus 43, total 75.

  23. Desain Komunikasi Visual
    Lulus 48, tidak lulus 18, total 66.

  24. Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam
    Lulus 18, tidak lulus 7, total 25.

Untuk dipahami, bidang seperti PGSD, Matematika, dan Bahasa Indonesia memiliki jumlah peminat luar biasa besar sehingga secara statistik, peluang keberhasilan peserta memang lebih kecil.

 

Disarankan, peserta dapat mengecek kembali status kelulusan melalui akun SIMPKB, karena portal tersebut menjadi satu-satunya rujukan sah.

Bila ada dugaan kesalahan administratif—misalnya telah mengikuti tes tetapi tercatat tidak hadir—peserta dapat menghubungi Ditjen GTKPG melalui kanal resmi.

Bagi yang belum lolos, masih banyak jalur pengembangan profesional yang bisa dikejar, baik melalui pelatihan mandiri maupun kesempatan seleksi berikutnya.

Jangan patah semangat, ya. ***