POJOKSATU.id – Fenomena perundungan atau bullying di sekolah terus menjadi kekhawatiran bagi banyak orang tua. Karena itu, pilihan pendidikan alternatif seperti homeschooling semakin dilirik.

Homeschooling jadi opsi bukan hanya karena fleksibilitas waktu dan kurikulum, tetapi juga sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi anak.

Dua institusi homeschooling di Indonesia, yakni Jakarta Academics dan Nuha School, mengungkap sejumlah alasan mengapa keluarga memutuskan untuk “belajar dari rumah”.

Baca Juga: Horee! Tahun Depan Tunjangan Guru Honorer Naik, Ditransfer Lansung Tiap Bulan

Fleksibilitas dan Rasa Aman

Jakarta Academics mengatakan homeschooling di era digital memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dari mana saja, dengan dukungan teknologi yang membuat proses pembelajaran semakin interaktif dan personal.

Sementara itu, Nuha School menekankan salah satu keunggulan program mereka adalah lingkungan belajar yang “aman, nyaman, dan bebas bullying”.

Dengan belajar di rumah atau melalui program homeschooling, anak memiliki ruang untuk berkembang dan mengenali dirinya sendiri, tanpa tekanan sosial dari lingkungan sekolah yang bisa memunculkan bullying baik secara langsung maupun lewat media sosial.

Baca Juga: Indofood Riset Nugraha 2025, Sebanyak 96 Mahasiswa Dapat Dana Riset, Dorong Inovasi Pangan Lokal

Lingkungan Belajar yang Personal

Di homeschooling, metode pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter anak.

Jakarta Academics menekankan pendekatan keinginan dan minat siswa yang membantu mengeksplorasi minat mereka tanpa terbebani oleh jadwal tetap sekolah seperti pada sekolah konvensional.

Nuha School juga menerapkan pembelajaran yang dilakukan dengan komunitas kuat yang melibatkan orang tua sebagai mitra penting dan mentor yang memberi pendampingan individual.

Hal ini membuat interaksi antara guru, orang tua, dan siswa lebih intens, sehingga potensi munculnya bullying dapat dikurangi anak merasa didukung dan didengarkan secara langsung.

Baca Juga: Tampang Muhammad Kevin Pradana, Kepala SPPG di Bekasi Maki Hingga Pegang-pegang Pegawai Wanita Berujung Pecat Korban

Pembelajaran yang Sesuai Zaman

Homeschooling menyediakan kesempatan untuk menerapkan teknologi dalam pembelajaran dengan lebih optimal.

Platform digital, kelas online, dan materi interaktif menjadi bagian dari metode belajar yang tidak monoton.

Dalam lingkungan seperti ini, anak dapat menghindar dari dinamika sosial sekolah yang kadang memunculkan tekanan kelompok atau bullying fisik maupun emosional.

Baca Juga: Maxim, Redefining Mobility and Delivery Across Indonesia

Pertimbangan yang Perlu Diperhatikan

Meski banyak keunggulan, orang tua juga perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih homeschooling:

- Apakah anak punya disiplin belajar mandiri?

- Bagaimana memastikan interaksi sosial tetap sehat dan positif (karena salah satu kekhawatiran adalah kurangnya teman sebaya atau terbatasnya pengalaman sosial)?

- Pastikan juga program homeschooling diakui secara legal dan memiliki kualitas pengajaran yang baik, supaya anak tetap punya akses ke jenjang pendidikan berikutnya.

Baca Juga: Kesejahteraan ASN Diutamakan, DPR Dorong Revisi UU ASN untuk Hilangkan Kesenjangan PPPK dan PNS, Realitas Fiskal jadi Tantangan

Menghindari bullying menjadi salah satu alasan kuat orang tua mempertimbangkan homeschooling.

Dengan lingkungan belajar yang personal, pendampingan dekat, dan fleksibilitas pembelajaran, homeschooling bisa menjadi alternatif yang menarik.

Apalagi untuk keluarga yang mendambakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan anak.

Namun demikian, homeschooling bukan hanya soal “belajar di rumah” saja, melainkan bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang nyaman dan inklusif.

Baca Juga: Primaya Hospital Tangerang Luncurkan Layanan Thalasemia Terpadu

Pilihan ini akan lebih baik bila didukung oleh desain pembelajaran yang memadai dan keterlibatan aktif orang tua serta guru. ***