POJOKSATU.ID - Informasi mengenai pembukaan pendaftaran dan alur seleksi Politeknik IMIPAS Indonesia sempat beredar luas di media sosial dan grup percakapan daring.

Bahkan, narasi tersebut menyebutkan adanya jadwal seleksi serta tahapan pendaftaran yang diklaim resmi.

Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) IMIPAS secara tegas membantah adanya pembukaan pendaftaran sebagaimana yang beredar.

Baca Juga: UKRIM Yogyakarta, Jejak Sejarah dan Akreditasi, Hingga Komitmen Cetak Lulusan Profesional dan Berintegritas

Viral di Media Sosial

Informasi yang beredar memuat detail seolah-olah resmi, mulai dari jadwal pendaftaran, tahapan seleksi administrasi, hingga ujian lanjutan.

Beberapa unggahan bahkan mencantumkan tautan dan persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta.

Kondisi ini membuat banyak masyarakat, terutama calon mahasiswa dan orang tua, kebingungan.

Tidak sedikit yang mulai mencari kepastian terkait kebenaran informasi tersebut.

Baca Juga: Mudik Gratis Bank Mandiri 2026 Dibuka 3 Maret! Berangkat 18 Maret ke 5 Kota Favorit

Klarifikasi Resmi BPSDM IMIPAS

Menanggapi beredarnya kabar tersebut, BPSDM IMIPAS menyatakan bahwa informasi pembukaan pendaftaran dan alur seleksi Politeknik IMIPAS Indonesia yang beredar adalah hoaks.

Artinya, hingga saat ini tidak ada pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran sebagaimana yang diklaim dalam pesan berantai tersebut.

Pihak BPSDM IMIPAS mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.

Bahaya Hoaks di Dunia Pendidikan

Penyebaran informasi palsu terkait pendaftaran pendidikan bukan hal baru.

Modus seperti ini kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk:

  • Mengumpulkan data pribadi calon peserta

  • Melakukan penipuan berkedok biaya pendaftaran

  • Menyebarkan tautan berbahaya

Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada, terutama jika diminta mentransfer sejumlah uang atau mengisi data pribadi melalui tautan yang tidak jelas.

Pentingnya Cek Informasi Resmi

Dalam setiap proses penerimaan mahasiswa atau taruna di institusi resmi, pengumuman selalu disampaikan melalui kanal resmi, seperti:

  • Situs web resmi lembaga

  • Media sosial terverifikasi

  • Pengumuman resmi pemerintah

Baca Juga: Sejarah dan Profil Masjid Raya Al Jabbar Bandung, Ikon Religi dan Arsitektur Jawa Barat

Jika informasi tidak ditemukan di kanal tersebut, maka patut dipertanyakan kebenarannya.

BPSDM IMIPAS menegaskan bahwa setiap pembukaan pendaftaran akan diumumkan secara terbuka dan transparan melalui media resmi.

Menghindari Penipuan Berkedok Pendaftaran

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jangan mudah percaya pada pesan berantai tanpa sumber jelas.

  2. Hindari mengklik tautan yang mencurigakan.

  3. Jangan mentransfer uang ke rekening pribadi atas nama pendaftaran.

  4. Selalu konfirmasi melalui kanal resmi.

Langkah ini penting untuk melindungi diri dari potensi kerugian finansial maupun kebocoran data pribadi.

Literasi Digital Jadi Kunci

Kasus hoaks pembukaan Politeknik IMIPAS Indonesia menjadi pengingat pentingnya literasi digital di era informasi cepat.

Kemudahan menyebarkan informasi melalui media sosial sering kali tidak diimbangi dengan verifikasi yang memadai.

Baca Juga: Apa Itu Reforma Agraria? Ini Dampaknya bagi Tanah dan Hak Warga

Akibatnya, kabar yang belum tentu benar bisa menyebar luas dalam waktu singkat.

Masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum membagikan ulang informasi.

Dampak bagi Calon Peserta

Bagi calon mahasiswa atau taruna yang sudah terlanjur berharap, klarifikasi ini memang mengecewakan.

Namun, lebih baik mengetahui kebenaran sejak awal daripada terjebak informasi palsu.

Baca Juga: Pramono Tegas! Lapangan Padel Tanpa PBG di Jakarta Akan Dibongkar dan Izin Usaha Dicabut

Jika ada pembukaan resmi di kemudian hari, pengumuman akan disampaikan secara transparan.

Informasi mengenai pembukaan pendaftaran dan alur seleksi Politeknik IMIPAS Indonesia yang beredar di media sosial dipastikan hoaks.

BPSDM IMIPAS secara tegas membantah adanya pembukaan tersebut.

Masyarakat diminta berhati-hati dan selalu memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi.

Waspada terhadap potensi penipuan berkedok pendaftaran pendidikan sangat penting agar tidak menimbulkan kerugian.

Di era digital, ketelitian dan kehati-hatian menjadi benteng utama melawan penyebaran hoaks.***