POJOKSATU.id — Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan kacamata pintar berbasis machine learning yang mampu membantu penyandang tunanetra mengenali jenis obat secara otomatis.
Proyek inovatif ini diberi nama Vision Medichine dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Berawal dari seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tim ini beranggotakan Al Fitra Nur Ramadhani dan Muhammad Hanif dari Prodi Informatika, Dwi Sukmawati dari Farmasi, serta Zaki Hanif Izzet dan Riko Dwi Firmansyah dari Teknik Elektro.
Dengan dukungan teknologi generative AI dan voice assistant, Vision Medichine dirancang untuk memberikan informasi obat melalui suara secara real time.
Baca Juga: 1.554 Guru Sekolah Rakyat Dilantik, Negara Hadir untuk Pendidikan dari Akar Rumput
Fitra menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari keprihatinannya terhadap tunanetra yang kesulitan mengidentifikasi obat yang akan mereka konsumsi.
“Alat ini didukung voice assistant, jadi pengguna bisa bertanya tentang data yang dibutuhkan,” ungkap Fitra dalam keterangannya.
Dibimbing langsung oleh dosen UMM, Galih Wasis Wicaksono, tim ini terus mengembangkan alat tersebut meski menghadapi berbagai tantangan teknis.
Beberapa komponen seperti kamera belum bekerja optimal saat uji lapangan, sehingga evaluasi dan pengembangan lanjutan masih dibutuhkan.
Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Tinggal Pilih, Lanjut ke Kampus atau Dunia Kerja
Saat ini, progres pengembangan Vision Medichine sudah mencapai 30–40 persen. Tim berharap proyek ini bisa terus berlanjut hingga ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Karya mahasiswa UMM ini menjadi bukti nyata bahwa kampus tersebut berkomitmen mencetak generasi unggul yang tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dengan menghadirkan solusi teknologi inklusif dan aplikatif.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:




