POJOKSATU.ID, MEDAN - Tahun ajaran baru kerap digunakan oleh orang tak bertanggungjawab untuk mencuri, dengan berpura-pura sebagai wali murid.
Hal ini terjadi di beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.
Adapun sekolah yang mengaku kecurian adalah TK Hikmatul Fadhilah, TK Nurul Islam Indonesia (NII), dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 21.
Menurut Kepala Sekolah TK ABA 21, Cici Wahyuni S.Pdi, tahun ajaran baru kerap dimanfaatkan maling untuk mencuri di dalam kelas, dengan berpura-pura menjadi wali murid.
"Tahun ajaran baru kami belum terlalu kenal dengan wali murid, sehingga ini sering dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab untuk masuk ke kelas dan mencuri," ujar wanita yang akrab disapa Cici itu.
Berdasarkan CCTV yang diterima dari TK Hikmatul Fadhilah, terlihat dua orang wanita paruh baya mengendarai sepeda motor dengan mengenakan masker.
Di dalam video itu terlihat keduanya beraksi di kelas yang berbeda, dan mengambil dompet guru yang ada di dalam kelas. Selain uang tunai, beberapa surat penting lainnya seperti SIM, STNK dan KTP raib dibawa maling.
Cici Wahyuni menambahkan, bahwa di TK dia mengajar juga terjadi kasus pencurian handphone, pada Senin (29/7/2024) kemarin.
"Handphone salah satu guru kami hilang. Saat itu kami sedang berbaris di halaman, sementara Hpnya di charger di ruangan kelas. Saat itulah malingnya beraksi," imbuh Cici.
Baca Juga: DPRD Jabar Desak Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK
Selain itu, maling ke sekolah-sekolah ini ternyata sering sekali beraksi saat tahun ajaran baru. Di TK ABA 21 sendiri pernah terjadi peristiwa yang sama dua tahun lalu.
"Sepertinya maling ini sudah memetakan TK yang dia datangi setiap tahun ajaran baru," ungkapnya.
Cici Wahyuni pun berharap ada tindakan dari pihak berwajib, karena maling ke sekolah-sekolah ini sudah meresahkan pihak sekolah dan orang tua murid. ***




