POJOKSATU.id - Kevalidan data menjadi tahapan krusial dalam proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Mengapa demikian? Karena pencairan TPG baru akan dilakukan ke rekening guru apabila data sudah dinyatakan valid.
Dan seperti diketahui bahwa data-data ini diambil dari system Dapodik.
Oleh karena itu penting bagi bapak ibu guru untuk lebih cermat dalam melakukan input data ke dapodik.
Karena kesalahan pada penginputan bisa menyebabkan lamanya pencairan TPG.
Atau bahkan bisa membuat TPG menjadi gagal cair.
Salah satu kasus yang sering terjadi adalah adanya perubahan data pada rombongan belajar.
Perubahan ini terlihat sederhana namun ternyata berdampak besar pada status validasi TPG Seorang guru.
Contoh nyata yang dialami guru, status TPG dari valid tiba-tiba berubah menjadi tidak valid.
Hal ini karena operator dapodik sekolah mengubah kurikulum untuk kelas 3 dan juga 6.
Meskipun perubahan tersebut sudah diperbaiki namun dampaknya menjadi fatal, yaitu jumlah siswa jadi terbaca 0, sementara jumlah rombel dari yang seharusnya 2 justru berubah menjadi 4.
Jika terjadi kasus seperti ini apakah status bisa menjadi valid lagi? Operator GTK Pusat buka suara dan memberikan penjelasan.
Perlu diketahui kendala ini terjadi rombel yang sudah terisi oleh guru yang SKTP nya terbit maka akan otomatis dikunci oleh system.
Jika rombel tersebut dihapus, maka data siswa yang sebelumnya terdaftar di rombel tersebut menjadi terkunci, tidak bisa dipindahkan secara otomatis ke rombel baru.
Menghapus rombol yang sudah dikunci oleh system maka akan membuat jumlah rombel menjadi berkembang biak dan akhirnya data menjadi tidak sinkron.
Alhasil, rombel “berkembang biak”, dan data menjadi tidak sinkron.
Apa Solusinya?
Jangan sembarangan menghapus rombel, apalagi jika sudah ada guru yang mendapatkan SKTP di dalamnya.
Jika perubahan harus dilakukan, pastikan konsultasi terlebih dahulu dengan admin TPG kabupaten/kota atau dinas terkait.
Operator Dapodik harus memahami dampak teknis dari setiap perubahan, terutama yang berkaitan dengan rombel, siswa, dan kurikulum.
Cek secara berkala hasil sinkronisasi Dapodik dengan Info GTK untuk memastikan status valid tetap terjaga.
Baca Juga: Bek AFC Bournemouth Bikin Penasaran! Raksasa Liga Inggris Berebut, Real Madrid Masih Galau
Apakah Data Bisa Kembali Valid?
Jawabannya adalah bisa, tapi tidak mudah. Sistem TPG membaca histori data dan bisa mengenali perubahan struktural yang tidak wajar.
Jika data telah “berkembang biak” atau terbagi ke dalam rombel-rombel baru, maka validasi bisa tertunda atau bahkan ditolak, meski secara fisik data sudah diperbaiki.
Kesimpulannya, kevalidan data TPG bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga operator sekolah.
Koordinasi yang kuat, pemahaman teknis yang baik, dan kehati-hatian dalam mengelola Dapodik adalah kunci untuk menjaga agar hak guru tidak terganggu hanya karena kesalahan teknis administratif.
***



