POJOKSATU.id - PP Manajemen yang merupakan turunan UU ASN 2023 atau Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN sudah ditungu-tunggu honorer dan PPPK.
Pasalnya PP Manajemen tersebut akan mengatur segala hal teknis pengangkatan honorer jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Karena itu honorer pun sangat berharap PP Manajemen bisa mengakomodir mereka diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024.
Saat ini, PP Manajemen ASN pun masih tengah dalam pembahasan oleh tim penyusun.
Diharapkan PP Manajemen ASN ini bisa secepatnya diterbitkan.
Apalagi KemenPAN RB telah mengonfirmasi bahwa pada Mei 2024 sudah mulai tes seleksi CASN 2024.
Dalam pengumumannya, pemerintah telah mengumumkan kuota CASN 2024 total sebanyak 2.302.543 untuk formasi CPNS 2024 dan PPPK 2024.
Dari jumlah tersebut, 1,6 juta formasi diperuntukkan formasi perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024.
Jumlah 1,6 juta formasi PPPK 2024 itu dibagi untuk instansi pusat dan pemerintah deerah.
Baca Juga: Optimalkan Pelaksanaan Kinerja Guru, Panduan Langkah demi Langkah di Platform Merdeka Mengajar
Akan tetapi kuota PPPK 2024 untuk pemerintah daerah adalah yang terbesar mencapai 1.383.758.
Kuota PPPK 2024 untuk daerah tersebut, kuota PPPK tenaga teknis adalah yang terbanyak, mencapai 547.416 formasi.
Disusul PPPK guru sebanyak 419.146 formasi dan PPPK tenaga kesehatan sebanyak 417.196 formasi.
Sementara dalam surat edaran terbaru MenPAN RB Abdullah Azwar Anas, disebutkan seleksi PPPK 2024 juga akan mengakomodir lulus SD/sederajat.
Rakor Tim Penyusunan PP Manajemen ASN
Terbaru, tim penyusunan PP Manajemen ASN telah menggelar rapat koordinasi di Jakarta pada 10 Januari 2024.
Rapat koordinasi tim penyusunan PP Manajemen ASN tersebut dipimpin langsung MenPAN RB Abdullah Azwar Anas.
Tentu saja dalam rapat tersebut yang jadi pokok pembahasan adalah progres penyusunan rancangan PP Manajemen ASN.
Ada sejumlah pihak yang ikut hadir dan mengikuti rapat koordinasi tersebut.
Diantaranya Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto dan Plh. Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq.
Lalu Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini dan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Erwan Agus Purwanto.
Kemudian Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Nanik Murwati dan Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja.
Baca Juga: VIRAL Guru Honorer Status P Melawan dan Tolak Tes PPPK Guru 2024, BANGKIT SEMUA SEKARANG!
Rapat koordinasi tim penyusunan rancanangan PP Manajemen ASN juga dihadir iipara staf ahli Menteri PANRB serta para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkup paguyuban PANRB.
Dalam keterangan KemenPAN RB, disebutkan bahwa tim perumus rancangan PP Manajemen ASN berdiskusi intensif.
"Hal ini untuk mempercepat dan memperkuat perumusan RPP Manajemen ASN yang menjadi aturan turunan dari Undang-Undang No. 20/2023 tentang ASN,” demikian dikutip dari keterangan resmi Humas KemenPAN-RB.
Disebutkan pula bahwa fokus kali ini yang dibahas adalah tentang Percepatan Pengembangan Kompetensi ASN.
Hal itu merupakan salah satu agenda transformasi dalam UU ASN dan merupakan salah satu substansi penting dalam RPP Manajemen ASN.
Sayagnnya, keterangan resmi tersebut sama sekali tidak menyebut soal teknis pengangkatan honorer jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Demikian pula soal teknis seleksi CASN 2024, termasuk seleksi CPNS 2024, seleksi PPPK 2024 atau khususnya seleksi PPPK guru 2024.
Padahal hal itulah yang pastinya sangat ditungu-tunggu para honorer seluruh Indonesia.
Apalagi Presiden Joko Widodo juga sudah berkali-kali menekankan bahwa batas akhir penyelesaian permasalahan honorer adaah 31 Desember 2024.
Dengan demikian pada 2025 sudah tidak ada lagi permasalahan atau pengangkatan honorer jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.
Demikian hasil rakor terbaru tim penyusunan PP Manajemen ASN dimana harapan honorer dan PPPK 2024 belum terkabul.***




