POJOKSATU.id - Gelombang protes dari peserta PPG Prajabatan 2025 semakin menguat setelah banyak dari mereka menilai bahwa pola pengumuman yang dilakukan penyelenggara tidak manusiawi dan jauh dari kata profesional.
Kritik paling tajam muncul dari komentar akun Instagram @hypocrite_people7 di akun resmi PPG Kemendikdasmen, yang menyoroti pengumuman pendaftaran, administrasi, lokasi tes, hingga hasil substantif yang selalu dirilis menjelang tengah malam.
Peserta menilai pola ini menyulitkan mereka yang harus melakukan perjalanan jauh atau menyiapkan kebutuhan teknis lainnya.
Kritik ini menjadi sinyal kuat bahwa penyelenggaraan PPG Prajabatan 2025 membutuhkan evaluasi serius dari sisi manajemen waktu dan transparansi informasi.
Pengumuman Selalu Larut Malam Peserta Merasa Diabaikan
Salah satu poin yang paling mendapat sorotan adalah kebiasaan penyelenggara mengumumkan informasi penting pada jam-jam mendekati tengah malam.
Peserta menilai praktik ini tidak mempertimbangkan kondisi mereka yang harus menyesuaikan jadwal kerja perjalanan dan persiapan tes.
Banyak peserta yang mendapatkan lokasi tes di luar kota bahkan luar pulau sehingga membutuhkan waktu untuk memesan tiket dan mengatur perjalanan.
Ketika informasi dirilis terlalu malam mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan diri secara optimal.
Kondisi ini membuat peserta merasa diabaikan dan tidak dianggap sebagai bagian dari proses yang membutuhkan komunikasi manusiawi.
Biaya Tes Dibayar Tapi Informasi Tidak Tepat Waktu
Dalam komentarnya peserta mengungkapkan kekecewaan karena telah membayar biaya tes substantif sebesar Rp 200 ribu namun justru mendapatkan pengumuman lokasi tes secara mendadak.
Mereka mempertanyakan bagaimana penyelenggara membuat kebijakan yang dinilai merugikan peserta.
Menurut mereka pembayaran biaya tes harus diikuti dengan pelayanan yang profesional termasuk jadwal pengumuman yang jelas dan konsisten.
Banyak peserta merasa bahwa mereka telah memenuhi kewajiban administrasi namun tidak mendapatkan hak berupa informasi tepat waktu.
Situasi ini semakin menambah rasa frustrasi peserta yang merasa tidak dihargai sebagai calon guru.
Hasil Substantif Molor Tanpa Klarifikasi
Kekecewaan peserta semakin memuncak ketika hasil tes substantif tidak dirilis pada tanggal 29 November sesuai jadwal resmi yang ditetapkan dalam roadmap PPG Prajabatan 2025.
Baca Juga: PPG Prajabatan 2025 Disorot! Peserta Keluhkan Kuota Tes Jadwal Mepet hingga Pengumuman Molor
Hingga memasuki tanggal 30 tidak ada pengumuman maupun klarifikasi dari pihak PPG baik melalui SIMPKB maupun Instagram resmi.
Hal ini membuat peserta bertanya-tanya mengenai profesionalitas penyelenggara dalam mematuhi timeline yang mereka buat sendiri.
Peserta mencatat bahwa jika ada kendala atau keterlambatan seharusnya ada pemberitahuan resmi sebagai bentuk tanggung jawab.
Ketiadaan klarifikasi membuat peserta merasa dibiarkan dalam ketidakpastian.
Pertanyaan Peserta Sistem Kerja PPG Sebenarnya Seperti Apa
Dalam komentar panjangnya peserta mempertanyakan cara kerja sistem PPG dan bagaimana pertimbangan penyelenggara dalam membuat keputusan.
Mereka menyebut bahwa pengumuman larut malam jadwal mepet dan tidak adanya konsistensi waktu menunjukkan lemahnya koordinasi internal.
Peserta juga mempertanyakan apakah pihak penyelenggara memahami konsekuensi dari keputusan mendadak terutama bagi peserta yang tinggal jauh dari lokasi tes.
Kritik ini menjadi refleksi penting bahwa pelaksanaan program nasional seperti PPG memerlukan sistem yang stabil dan komunikatif.
Peserta menuntut jawaban yang jelas bukan hanya permintaan maaf formalitas.
Harus Memaklumi Sampai Kapan
Frasa ini menjadi salah satu titik emosional dalam keluhan peserta.
Mereka merasa bahwa setiap kali terjadi kesalahan sistem peserta diminta untuk memaklumi tanpa ada perbaikan nyata.
Peserta menilai bahwa permintaan maaf atau sekadar imbauan untuk bersabar tidak lagi cukup.
Baca Juga: Heboh! Kelaparan Picu Kepanikan Massal, BNPB Akui Warga Sampai Rebut Paksa Logistik
Mereka membutuhkan transparansi kejelasan jadwal dan komunikasi aktif yang memberikan rasa aman selama mengikuti proses seleksi.
Dengan jumlah peserta yang besar dan melibatkan pengeluaran biaya pribadi manajemen PPG dituntut untuk bekerja lebih profesional dan responsif.
Dampak Kritik Ini bagi Penyelenggaraan PPG ke Depan
Gelombang kritik yang muncul dapat menjadi masukan penting bagi penyelenggara untuk memperbaiki pola komunikasi dan tata kelola jadwal.
Peserta menilai bahwa dengan perencanaan yang lebih matang dan sistem informasi yang aktif proses seleksi PPG Prajabatan dapat berjalan lebih manusiawi.
Penggunaan media sosial resmi sebagai saluran informasi juga perlu dioptimalkan agar peserta tidak merasa diabaikan.
Jika perbaikan dilakukan secara serius bukan tidak mungkin kepercayaan peserta akan kembali pulih dan proses PPG selanjutnya dapat berjalan lebih tertib dan profesional.***




