POJOKSATU.id - Banyak calon peserta PPG Guru Tertentu merasa lega setelah dinyatakan lolos seleksi substantif, namun kenyataannya proses belum selesai.

Tahap wawancara menjadi fase krusial dan sangat menentukan apakah peserta akan benar-benar lolos sebagai penerima PPG.

Seleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan evaluasi mendalam terhadap karakter, integritas, profesionalitas, dan motivasi peserta sebagai calon pendidik profesional.

Baca Juga: Dari Desa ke Sistem Nasional, Karang Taruna dan Misi Data Tunggal Bansos 2025–2026

Itulah sebabnya peserta tidak boleh bersantai setelah substantif, justru harus bersiap lebih matang.

Berikut penjelasan lengkap mengapa wawancara menjadi penentu utama.

Wawancara Menilai Kepribadian dan Integritas Calon Guru

Tahap wawancara bertujuan mengukur apakah peserta memiliki karakter dan etika profesi yang sesuai dengan standar guru profesional.

Baca Juga: Usai Viral, Dirut PDAM Tirta Patriot Sampaikan Permohonan Maaf

Pewawancara akan mengevaluasi cara berbicara, konsistensi jawaban, kemampuan beradaptasi, serta cara peserta menyikapi tantangan di dunia pendidikan.

Integritas, kejujuran, dan kedisiplinan menjadi aspek yang sangat diperhatikan.

Peserta yang tampak ragu, tidak memahami peran guru, atau menunjukkan sikap tidak profesional berisiko tidak lolos.

Baca Juga: Thailand Kasih Rp1 Miliar ke Keluarga Korban Banjir, Bencananya Sama Tapi Kompensasinya Beda, Indonesia Berapa?

Karena itu, keseriusan menghadapi wawancara menjadi hal wajib bagi setiap peserta substantif.

Substantif Hanya Mengukur Kemampuan Dasar, Bukan Keseluruhan Kompetensi

Seleksi substantif fokus pada kemampuan akademik dan pemahaman materi pendidikan sesuai bidang ajar.

Namun dunia nyata mengajar membutuhkan lebih dari itu, mulai dari keterampilan komunikasi, kreativitas, kemampuan pengelolaan kelas, hingga kecakapan sosial.

Inilah yang diuji pada tahap wawancara.

Pewawancara ingin memastikan bahwa peserta bukan hanya pintar teori, tapi juga layak secara mental dan emosional untuk menjadi pendidik.

Baca Juga: WALHI Bongkar Pemilik Asli Tambang Martabe, Rakyat Kebanjiran, Korporasi Panen Cuan

Dengan begitu, lolos substantif masih perlu pembuktian lanjutan melalui wawancara.

Wawancara Menentukan Kesiapan Peserta Menghadapi Tahap PPG Selanjutnya

PPG bukan program ringan karena ada penugasan, pembelajaran mendalam, simulasi mengajar, hingga praktik refleksi diri.

Tahap wawancara menjadi penyaring untuk memastikan peserta siap mengikuti ritme perkuliahan yang cukup padat.

Baca Juga: Kenapa Tidak Serentak? Ini Alasan Pencairan TPG 100 Persen Ditentukan Pemda

Pertanyaan biasanya mengarah pada pengalaman mengajar, kemampuan manajemen waktu, serta pemahaman kurikulum.

Peserta yang tidak menunjukkan kesiapan dapat dinyatakan tidak lolos meskipun lulus substantif sebelumnya.

Inilah sebabnya wawancara menjadi tahap paling menentukan sebelum memasuki program inti PPG.

Peserta Dituntut Memahami Tugas Guru dan Tantangan Lapangan

Wawancara sering menyinggung kasus nyata di sekolah seperti bagaimana menghadapi siswa bermasalah, menangani konflik orang tua, atau menyiasati kekurangan fasilitas belajar.

Pewawancara ingin melihat apakah peserta memiliki empati, solusi praktis, dan pola pikir konstruktif.

Peserta yang menjawab seadanya tanpa pemahaman mendalam akan dinilai kurang layak memasuki PPG.

Wawancara menjadi indikator apakah peserta mampu membawa perbaikan di sekolah atau justru masih membutuhkan banyak pembinaan.

Pemahaman lapangan menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Komunikasi yang Baik Menjadi Faktor Penentu Lolos atau Tidak

Salah satu kemampuan guru yang tidak dapat dinegosiasikan adalah kemampuan berkomunikasi.

Wawancara menjadi tes nyata untuk melihat bagaimana peserta menyampaikan gagasan, menjelaskan konsep, dan mempertahankan argumentasi.

Baca Juga: Medsos Sudah Bilang Mencekam Pas di Lapangan Lebih Parah, Kepala BNPB Akhirnya Minta Maaf, Netizen Sebut Kemana Aja Pak?

Peserta harus mampu berbicara jelas, runtut, dan penuh keyakinan.

Minimnya kemampuan komunikasi dapat menunjukkan kurangnya kesiapan mengajar di depan kelas.

Karena itu, wawancara tidak hanya menilai isi jawaban tetapi juga cara penyampaiannya.

Jangan Anggap Remeh! Wawancara Adalah Tahap Paling Menyeluruh

Lolos substantif memang langkah awal yang penting namun bukan tiket pasti masuk PPG.

Tahap wawancara menjadi penentu akhir karena menilai sisi profesionalitas yang tidak terukur lewat tes tertulis.

Persiapan yang matang baik pengetahuan, mental, maupun komunikasi akan meningkatkan peluang peserta untuk lolos.

Peserta disarankan mempelajari potensi pertanyaan, berlatih berbicara, dan memahami visi profesi guru.

Dengan sikap serius, peluang lulus di tahap ini akan jauh lebih besar.***