POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial kini tengah memberikan perhatian khusus bagi Kabupaten Grobogan terkait pembangunan sarana pendidikan Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menekankan pentingnya ketersediaan lahan yang bersih dari masalah hukum dan regulasi sebelum proyek dimulai.

Kendala utama saat ini muncul karena lahan yang awalnya diusulkan merupakan Lahan Sawah yang Dilindungi atau LSD.

Status tersebut membuat lokasi awal tidak bisa digunakan demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian nasional.

Baca Juga: Dapur Sekolah Rakyat Akan Segera Resmi Beroperasi, Gizi Anak Terjamin dan Keamanan Makanan!

Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta bergerak cepat mencari alternatif lokasi lain agar program ini bisa segera terealisasi.

Selain status hukum lahan, terdapat standar kelayakan lain yang harus dipenuhi seperti kemudahan akses transportasi dan keamanan dari potensi bencana alam.

Fasilitas dasar berupa aliran listrik dan ketersediaan air bersih juga menjadi poin mutlak yang tidak boleh diabaikan dalam pemilihan lokasi baru.

Kemensos menargetkan agar Kabupaten Grobogan bisa memulai pembangunan fisik sekolah tersebut pada tahun ini juga.

Baca Juga: Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat Bakal Punya Sendiri!

Langkah ini diambil mengingat data ekonomi menunjukkan angka kemiskinan yang cukup signifikan di wilayah tersebut.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata bagi ribuan keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori ekonomi bawah.

Pemerintah Kabupaten Grobogan sendiri telah berkoordinasi dengan berbagai instansi pusat untuk mencari jalan keluar terkait keterbatasan lahan non-pertanian.

Salah satu opsi yang sedang dijajaki adalah penggunaan lahan di bawah pengelolaan Kementerian Kehutanan yang statusnya memungkinkan untuk pembangunan fasilitas umum.

Upaya ini penting karena Grobogan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama sehingga lahan pertaniannya sangat dijaga.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan gratis.

Tidak hanya untuk anak-anak, program ini nantinya juga akan melibatkan orang tua siswa dalam berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi.

Dengan kolaborasi yang solid antar instansi, impian memiliki gedung sekolah permanen bagi warga kurang mampu di Grobogan diharapkan segera terwujud.***