POJOKSATU.ID - Lomba digitalisasi pembelajaran dari Kemendikdasmen kembali menyita perhatian karena hadiah yang sangat besar.

Pemenang kategori video bisa membawa pulang hadiah hingga Rp75 juta rupiah.

Pendaftaran lomba diperpanjang sampai 8 Desember 2025. Informasi ini diumumkan melalui kanal resmi Ditjen PAUD Dikdasmen.

Hadiah Lomba Mencapai Rp75 Juta

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyediakan hadiah besar untuk menarik partisipasi sekolah dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Deadline 8 Desember! Semua Guru dan Kepala Sekolah Diminta Siapkan Dokumen Lomba Digitalisasi

Hadiah tertinggi berada di kategori video. Juara pertama mendapat Rp75 juta. Juara kedua menerima Rp50 juta rupiah, dan juara ketiga memperoleh Rp25 juta.

Kategori foto juga menyediakan hadiah yang tidak kalah menarik. Juara pertama meraih Rp50 juta. Juara kedua membawa pulang 25 juta rupiah.

Jumlah total pemenang mencapai 20 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA sederajat.

Program ini dirancang untuk mendorong sekolah agar aktif menunjukkan praktik digitalisasi pembelajaran. Besarnya hadiah diharapkan meningkatkan motivasi guru untuk membuat karya terbaik.

Baca Juga: Bantah Kabar 10 Mahasiswa KKN USK Terjebak di Bener Meriah, LPPM Universitas Syiah Kuala: Tidak Ada Penugasan ke Samarkilang

Fokus Pemanfaatan IFP

Lomba ini ditujukan bagi sekolah yang sudah menerima bantuan perangkat IFP (Interactive Flat Panel) atau Papan Interaktif Digital.

Sekolah diminta menampilkan proses pembelajaran yang memanfaatkan papan interaktif digital. Setiap karya harus menggambarkan kreativitas dan inovasi dalam proses belajar.

Kategori video mensyaratkan durasi maksimal tiga menit. Resolusi minimal video adalah 1080x1920 piksel. Video harus orisinal. Karya tidak boleh memakai hasil buatan AI.

Guru wajib menggunakan akun Instagram resmi sekolah saat mengunggah karya.

Mereka harus menampilkan judul unggahan sesuai format lomba. Guru diwajibkan menandai akun direktorat terkait.

Kriteria Penilaian Video

Penilaian video mempertimbangkan beberapa aspek. Orisinalitas menjadi faktor utama.

Baca Juga: Bansos Hanya untuk Pangan Rumah Tangga, Pinjol Cicilan Bawa Risiko Diblokir

Kejelasan gambar, suara, dan narasi juga dinilai. Kesesuaian antara materi, musik, dan penggunaan IFP sangat penting.

Video harus menggambarkan interaksi guru dan murid dalam proses belajar. Kreativitas menjadi faktor pembeda antar peserta.

Lomba ini bertujuan memperlihatkan praktik digitalisasi nyata di sekolah.

Peluang untuk Sekolah Kreatif

Kategori foto menawarkan ruang ekspresi bagi guru yang memiliki minat fotografi. Sekolah boleh mengirim satu karya.

Baca Juga: Uang Bansos Dipakai Cicilan atau Pinjol? Bisa Dicabut, Kemensos Tegaskan Aturan 2025

Karya foto berbentuk karusel. Unggahan wajib disertai narasi maksimal tiga paragraf.

Narasi menceritakan pengalaman kegiatan digitalisasi pembelajaran. Pengambilan foto harus terjadi pada tahun 2025.

Foto wajib menampilkan penggunaan IFP atau ekspresi murid dan guru.

Pengeditan yang diperbolehkan sangat terbatas. Peserta boleh melakukan pemotongan, penajaman, dan penyesuaian kontras.

Foto tidak boleh memakai watermark atau elemen digital yang berlebihan.

Mekanisme Unggah dan Pendaftaran

Guru mengunggah karya ke akun Instagram resmi sekolah. Setiap unggahan harus menandai akun direktorat dan BPMP. Unggahan juga wajib memakai beberapa tanda pagar yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Tidak Mau Dibantu, Bansos Dicabut, Begini Mekanisme Penolakan di 2025

Setelah mengunggah karya, guru mengisi formulir pada tautan pendaftaran. Tautan tersedia melalui laman resmi yang disebarkan Kemendikdasmen.

Formulir pendaftaran mensyaratkan tautan Instagram dan tautan Google Drive.

Seluruh karya menjadi milik Kemendikbud setelah dikirim. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Banyak guru menyambut positif program ini. Mereka menilai lomba ini sebagai kesempatan menunjukkan hasil inovasi pembelajaran.

Banyak sekolah memanfaatkan IFP untuk membuat pembelajaran lebih interaktif.

Baca Juga: KPM Tolak Bansos? Dana Tidak Akan Dialirkan, Kemensos Siap Alihkan ke Penerima Lain

Beban kerja untuk membuat video dinilai cukup ringan. Durasi tiga menit membuat proses pembuatan lebih cepat.

Foto juga menjadi alternatif bagi sekolah yang tidak memiliki tenaga produksi video.

Digitalisasi Pembelajaran Diperluas

Program digitalisasi pembelajaran merupakan agenda besar Kemendikdasmen.

Perangkat IFP sudah disalurkan ke banyak sekolah di berbagai provinsi. Perangkat ini membantu guru menampilkan materi interaktif.

Program ini sejalan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Teknologi menjadi sarana penting untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah.

Lomba ini dianggap sebagai langkah untuk memperkuat pemanfaatan IFP di sekolah. Program digitalisasi juga mendukung kurikulum yang mendorong pengalaman belajar lebih kreatif.

Guru Diminta Segera Menyelesaikan Karya

Batas waktu pendaftaran tinggal beberapa hari. Guru dianjurkan segera menyiapkan karya sebelum tenggat. Banyak sekolah mulai menggarap video sejak bantuan IFP diterima.

Kemendikbud berharap sekolah tidak melewatkan kesempatan ini. Hadiah besar menjadi motivasi tambahan bagi sekolah yang ingin menampilkan inovasi terbaik.***