POJOKSATU.id — Sadar ada tuntutan profesional dan keahlian, banyak siswa SMK yang menyadari untuk memilih program studi di perguruan tinggi yang linier dengan jurusan saat mereka bersekolah.
Menurut mereka, keahlian yang didapatkan di SMK menjadi dasar penting keilmuan dan keahlian untuk dilanjutkan dan diperdalam di dunia perguruan tinggi.
Kepala Sekolah SMK Kosgoro Kota Bogor, Deden Hendradi, S.Kom, M.Pd menyebut siswa sudah mulai memahami perencanaan untuk menekuni jalur khusus keilmuan tertentu.
"Siswa SMK memang sudah terlatih untuk mendalami keahlian khusus sesuai minat mereka.
Sehingga, jika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka akan cenderung memilih Program Studi yang sesuai dan linier dengan jurusan yang pernah dipilihnya ketika masih belajar di SMK," ungkap Deden.
SMK Menjawab Tantangan Dunia Kerja
Ia menambahkan, kesiapan siswa SMK menjadi SDM unggul juga didukung melalui pengalaman magang misalnya, sehingga keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja lebih teruji setelah lulus sekolah.
"Melalui program magang, lulusan SMK akan lebih siap dan matang memasuki dunia kerja jika memilih program studi yang linier di perguruan tinggi, sesuai dengan jurusan keahlian saat di SMK," papar Deden.
Berdasarkan data terbaru tahun 2024, terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Minat Pendidikan Lanjutan Lulusan SMK
Audria Putri Praja siswi SMK Kosgoro Bogor jurusan Produksi Siaran Program Televisi (PSPT) menyebutkan, ia dan teman-temannya melihat jurusan yang dipilihnya memiliki prospek kerja cukup luas di tengah perkembangan penyiaran televisi dan media lainnya.
Namun begitu, untuk memenangkan persaingan, pendalaman lebih jauh mengenai keahlian tersebut perlu didukung pendidikan lanjutan.
"Sebenarnya kalu kuliahnya bisa dimana saja, PTN juga dikejar, PTS juga sama saja. Terpenting buat aku adalah kualitas pembelajaran," ungkap Audria.
Bagi Audria, siswa SMK memang sudah seharusnya mempunyai orientasi untuk meningkatkan keahliannya setelah lulus dari SMK.
Minat untuk melanjutkan pendidikan yang linier di SMK juga mulai meningkat.
"Iya, seharusnya memang kuliah lagi, lebih bagus, jadi lebih matang," tanggapnya.
Sebanyak 29.608 siswa SMK berhasil diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di perguruan tinggi vokasi.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, di mana jumlah pendaftar dari SMK meningkat dari 153.446 pada tahun 2023 menjadi 162.156 pada tahun 2024.
Senada, M Faiz Nasrulloh siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Kosgoro Kota Bogor menanggapi kesadaran untuk melanjutkan pendidikan bukan hanya sekadar meningkatkan skill.
"Saat ini siswa SMK menyadari sudah memasuki era digital, jadi jangan smpai siswa SMK ketinggalan perkembangan yang terjadi, harus fokus mengejar berbagai perubahan," komentar Faiz.
Partisipasi Lulusan SMK
Partisipasi lulusan SMK juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, tingkat partisipasi mencapai 66,68 persen, kemudian naik menjadi 83,80 persen pada tahun 2023, dan pada tahun 2024 telah mencapai 95,88 persen.
Secara keseluruhan, tingkat partisipasi lulusan SMK pada tahun 2024 mencapai 95,88 persen, mencakup mereka yang melanjutkan pendidikan, bekerja, atau berwirausaha.
Data ini mencerminkan semakin banyaknya lulusan SMK yang memilih untuk meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik di perguruan tinggi vokasi maupun akademik, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan lanjutan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.
Menjawab kebutuhan itu, Ketua Yayasan Catur Padjajaran, Abdullah menyebutkan kampus harus memiliki semangat perubahan sebagai bagian dari upaya adaptasi untuk merespon kebutuhan pendidikan di era modern.
"Perguruan tinggi harus memiliki rasa tanggungjawab untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, menjawab tantangan era modern, sekaligus menciptakan institusi yang lebih besar dan berkembang demi pendidikan yang berkelanjutan," ungkap Abdullah.
Membuka Kesempatan Belajar
Menurut Abdullah, salah satu solusi yang seharusnya dihadirkan kampus adalah dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa atau calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau.
Karenanya, sebagai mitra Universitas Pertiwi (UNPERTI), Yayasan Catur Padjajaran menghadirkan kampus tersebut di wilayah Bogor dengan pilihan Program Studi yang bisa menjawab kebutuhan zaman dan pembiayaan yang efisien.
"UNPERTI memiliki Fakultas Bisnis dan Teknologi yang di antaranya ada Program Studi Informatika, Sistem Informasi hingga Desain Komunikasi Visual. Semua sudah terakdretiasi BAN-PT dan pembelajaran bisa dilakukan dengan pola Hybrid," jelas Abdullah.
Dikenal orang sebagai UNPERTI Kampus Bogor, perguruan tinggi ini siap menampung berbagai jurusan yang ada di SMK sebagai jawaban menghadapi era globalisasi untuk mendapat pendidikan lanjutan yang berkualitas.
"Pembelajaran berkaitan broadcasting, penyiaran, sistem informasi dan informatika memang menjadi kebutuhan mutlak di era digital," tambah Abdullah.
Abdullah menyebut, rata-rata biaya kuliah di UNPERTI hanya Rp 500.000 per semester, dengan biaya pendaftaran Rp 500.000 sehingga totalnya hanya Rp 3.500.000.
Biaya pendaftaran juga mendapat potongan Rp 250.000 jika melakukan pendaftaran langsung. Sementara pendaftaran secara online juga sudah dibuka melalui link berikut: [PENDAFTARAN Mahasiswa UNPERTI]
Abdullah menyebutkan, kualitas dan fasilitas pembelajaran tetap menjadi prioritas meskipun biaya masuk dan biaya semester sangat efisien.
"Kualitas tetap kami utamakkan. Fasilitasnya sudah tersedia. Kebijakan ini dilakukan karena kami menyadari ada kebutuhan besar yang harus dijawab dalam pendidikan lanjutan di SMK," tegasnya. ***




