POJOKSATU.id - Bagi guru yang menantikan hilal pencairan tunjangan yang dinanti-nantikan, kumpul sini.
Istimewanya, kabar soal hilal tunjangan guru ini dispill langsung Dirjen GTKPG Prof Nunuk Suryani.
Bahkan keterangan yang disampaikan pun sangat mencerahkan.
Sebab terdapat kata-kata 'rencana transfer'.
Kata 'transfer' jika dikatikan dengan kata 'tunjangan' maka jadi kabar yang menyenangkan.
Dengan demikian dipastikan, pencairan tunjangan guru sudah di depan mata.
Yang perlu dilakukan guru adalah, menunggu kabar baik selanjutnya.
Dimungkinkan, hilal pencairan tunjangan guru itu tidak akan lama lagi.
Baca Juga: Tunjangan Insentif Guru Madrasah-RA NonPNS Kemenag Cair, Tapi TIDAK Bagi Enam Kriteria Ini!
Maka silahkan saja bersiap-siap untuk melengkapi segala persyaratan yang telah ditetapkan.
Seperti apa informasi yang dispill Dirjen Nunuk Suryani itu?
Lalu tunjangan apa yang dimaksud oleh Bu Nunuk?
Silahkan simak pemaparan dan penjelasan di bawah ini.
Status Whatsapp
Untuk diketahui, pernyataan terbaru soal tunjangan guru itu dibuat Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru Prof Nunuk Suryani.
Akan tetapi pernyataan tersebut tidak diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
Padahal biasanya Bu Nunuk kerap menyampaikan informasi penting melalui akun @nunuksuryani.
Namun kali ini bocoran tersebut diduga disampaikan melalui status Whatsapp.
Baca Juga: Pastikan Bayar Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS, Kemenang Beberkan 13 Kriteria Penerima Berikut Ini
Sehingga pesan tersebut hanya akan bisa dibaca oleh orang-orang tertentu saja.
Yakni orang-orang yang telah memiliki dan menyimpan nomor Whatsapp pribadi Bu Nunuk.
Namun status Whatsapp tersebut pada akhirnya 'bocor'.
Itu setelah diunggah oleh Ketua Forum Guru Prioritas Pertama Negeri dan Swasta (FGPPNS), Hasna, melalui akun media sosialnya.
Dalam unggahan itu, Hasna memampang tangkapan layar diduga status Whatsapp Bu Nunuk.
Unggahan tersebut dibuat pada Senin 17 Februari 2025 pukul 22.08 WIB.
"Berita gembira bagi guru ya, semoga dimudahkan dan dilancarkan semuanya menuju bulan yang penuh barokah aamiin," tulis Hasna, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Selasa 18 Februari 2025.
Unggahan tersebut kemudian langsung ramai ditanggapi oleh para pengikut Hasna di kolom komentar.
Ada Kata 'Rencana Transfer'
Sebagai informasi, dalam status Whatsapp tersebut, Bu Hasna juga memampang sebuah foto.
Pada foto tersebut, Guru Besar Kependidikan itu tidak sendiri.
Ada beberapa orang yang berbaris sejajar di samping kanannya.
Diantaranya terlihat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Baca Juga: Dampak Tunjangan Guru Non-ASN Honorer dan Swasta Karena Efisiensi Anggaran Kemdikdasmen 2025
Lalu ada juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa.
Tidak ketinggalan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Selanjutnya terlihat pula Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti.
Selain itu, terlihat pula beberapa orang yang berdiri di baris kedua.
Baca Juga: Kabar Dampak Terhadap PIP dan Tunjangan Guru Non ASN dari Efisiensi Anggaran Kemdikdasmen 2025
Mereka adalah para sekjen kementerian/lembaga terkait.
"Sore ini rapat rencana transfer insentif guru dengan Mendikdasmen, Kepala Bappenas, Mensos, Wamensos, Kepala BPS dan para Sekjen," tulis Bu Nunuk dalam status Whatsapp-nya seperti dilihat Pojoksatu.id.
Insentif Guru Honorer atau TPG?
Tidak heran, unggahan itu langsung dipenuhi komentar dari kalangan guru.
Banyak yang menanyakan, 'insentif' dimaksud itu untuk guru apa.
Tidak sedikit yang menanyakan apakah insentif dimaksud adalah Tunjangan Profesi Guru atau TPG.
Tapi banyak pula yang menanyakan apakah insentif yang dimaksud adalah insentif untuk guru honorer.
Akan tetapi Hasna tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
Ia hanya menuliskan agar semua melihat langsung pada tangkapan layar yang diunggahnya itu.
"Silahkan diklik fotonya supaya bisa baca caption ya ya guy," saran Hasna.
Seperti diketahui, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan bahwa guru honorer akan mendapat insentif.
Insentif tersebut diberikan antara Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu.
Dijelaskan, Abe, sapaan akrabnya, tunjangan insentif tersebut diberikan kepada guru honorer yang belum mendapat tunjangan sertifikasi.
Dan dipastikan pula bahwa bantuan untuk guru honorer tersebut diberikan setiap bulan.
Menteri Mu'ti menerangkan, kebijakan ini merupakan respons terhadap berbagai aspirasi tenaga pendidik, khususnya guru honorer.
Dimana selama ini, guru honorer menghadapi tantangan ekonomi akibat keterbatasan akses terhadap tunjangan profesi.
Diharapkan pemberian insentif tersebut bisa membantu ekonomi guru honorer.
Sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Itulah informasi penting terkait rencana transfer tunjangan insentif guru yang dibocorkan Dirjen GTKPG Prof Nunuk Suryani.***




