POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Guru’ siluman’ Uli Sri Wahyuni kembali hadir ke SDN 179 Tambangan, Kec Tambangan, Madina, Selasa pagi (30/4).

Anehnya guru ‘siluman’ ini diantar 2 oknum wartawan ke SDN 179 tersebut. Guru Uli Sri Wahyuni ini hadir ke sekolah tersebut sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan sepeda motor.

“Gurunya datang lagi pukul 10.00 WIB,” kata salah satu guru di SDN 179 yang meminta namanya tak ditulis, Selasa (30/4).

Menurut guru ini, di Madina ini telah terjadi Krisis akhlak, rasa malu sudah disingkirkan oleh kepentingan tertentu.

Baca Juga: Tiba-tiba Guru ‘Siluman’ Uli Sri Wahyuni Diantar 2 Lelaki ke SDN 179 Tambangan, Ngaku atas Arahan Sekdis

“Seandainya rasa malu itu ada pada sosok Uli Sri Wahyuni, otomatis hal tersebut menjadi bahan renungan bahwa telah mengambil hak orang lain,” katanya.

Guru Uli ini tidak pernah mengabdi sama sekali di SD tersebut, dan tiba-tiba muncul, hadir dan mau mengajar di SDN 179 Tambangan.

“Kuat dugaan sudah ada terjadi transaksional dengan pejabat di Disdik ini supaya Uli ini berhadir saja dulu mengajar ke sekolah tersebut yang tujuannya kemungkinan besar supaya tidak gempar kali di kemudian hari,” jelas guru ini.

“Ke depan perlu rasanya dilaksanakan aksi dengan tuntutan supaya Sekretaris Dinas Pendidikan Mandailing Natal diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwajib terkait kasus ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Bey Machmudin Minta Masyarakat Legowo, Peluang Olimpiade Paris 2024 Masih Terbuka

Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Madina Sahnan Pasaribu menegaskan tidak pernah memberikan arahan ataupun perintah kepada dua orang oknum wartawan ke SDN 179 Tambangan untuk mengantarkan Uli Sri Wahyuni.

“Saya tidak tahu ada oknum wartawan yang mengantarkan guru honorer itu. Bahkan saya pun tidak pernah ada memerintahkannya," ungkap Sahnan melalui sambungan telepon, Selasa (30/4/2023).

Menurut Sahnan, keputusan itu ada di tangan kepala sekolah SDN 179 Tambangan Rusdi Nasution.

Hal ini dikarenakan sebagai kepala sekolah, dia harus mengetahui dan menjadi pengawas terhadap kinerja guru tersebut.

Baca Juga: Fenomena Banyak Parpol Merapat ke 02, Parpol yang Siap Jadi Oposisi hanya PDIP dan PKS

"Coba konfirmasi dengan kepala sekolah. Karena masalah dapodik atau hal teknis saya tidak hapal. Terlalu banyak yang harus saya ingat," tegasnya.

Sementara itu Kepala SDN 179 Tambangan, Rusdi Nasution, tak mau berkomentar terkait kedatangan guru Uli Sri Wahyuni ini.

Menurutnya kasus Uli Sri Wahyuni ini seperti makan buah simalakama.

“Songon na mangan buah si singkutkola do dabo on (seperti makan buah simalakama ini). Baru kali ini kurasakan susahnya jadi kepala sekolah. Sudah 12 tahun aku jadi kepala sekolah, “ kata Rusdi Nasution yang berasal dari Aek Marian ini, Senin (29/4).

Nilai CAT Paling Rendah

Sebelumnya Uli Sri Wahyuni merupakan guru honorer yang lulus di seleksi PPPK 2023.

Uli merupakan guru TK Assyuro Sigalapang Julu Panyabungan selama lebih 2 tahun dan mengundurkan diri sejak awal 2023 di sana.

Dan disebut mengajar di salah satu SD di Panyabungan sejak awal 2023 lalu.

Dan sejak September 2023 ditumpangkan dapodiknya di SDN 179 Tambangan oleh operator dan kepala sekolah.

Guru bernama Uli Sri Wahyuni ini mendapat nilai 503 poin versi ujian Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Baca Juga: Ramai-ramai Artis Ini Menyerbu Wasit Curang di Piala Asia U-23 Indonesia vs Uzbekistan, #AFCCheatingAgain Ramai di Media Sosial

Namun saat pengumuman Pemkab Madina, nilai Uli Sri Wahyuni menjadi 536 dan dinyatakan lolos PPPK 2023.

Guru Uli Sri Wahyuni ini juga di keterangan pelamar PPPK ini masuk kategori P3 atau dianggap sudah mengajar lebih 3 tahun.

Sementara masih ada empat guru lain yang nilai CAT BKN-nya di atas guru Uli Sri Wahyuni. Guru Rosni Lubis mendapat 576 poin, Mustofa Lubis 567 poin, Eva Novita 561 poin, Ahmad Seikhu 555 poin. Dan Mustofa Lubis juga dinyatakan lolos PPPK 2023.

Diduga Mustofa Lubis dan Uli Sri Wahyuni menyetor puluhan juta ke oknum pejabat Disdik Madina agar lolos PPPK 2023.***