POJOKSATU.id – Kejadian mendadak dialami banyak guru hari ini.
Validasi Info GTK yang sebelumnya berada pada kode 02, tiba-tiba berubah menjadi kode 06.
Tidak berhenti di situ, beberapa guru ASN justru terdeteksi sebagai Non ASN, padahal jam mengajar sudah 26 jam linear dan semua persyaratan terlihat terpenuhi.
Fenomena ini langsung membuat banyak guru panik, terutama menjelang penetapan SKTP dan pencairan TPG.
Grup WhatsApp dan media sosial pun ramai oleh keluhan yang sama: “Kenapa kode saya tiba-tiba berubah? Kenapa status ASN malah terbaca Non ASN?”
Masalah ini bukan sekadar error biasa.
Ada sejumlah faktor teknis yang membuat sistem gagal membaca status kepegawaian guru secara benar.
Apa Itu Kode 06 dan Mengapa Bisa Muncul?
Dalam Info GTK, kode 06 menandakan adanya ketidaksesuaian data kepegawaian.
Ini termasuk:
- status ASN tidak terbaca,
- SPMT belum masuk sistem,
- NIP belum tersinkronisasi,
- atau data riwayat kerja belum cocok.
Ketika kode 06 muncul, sistem otomatis menganggap guru belum memenuhi syarat sebagai ASN aktif.
Sehingga statusnya diturunkan menjadi Non ASN.
Baca Juga: Ultras Garuda Geram, Erick Thohir Akui Masih Banyak Kekurangan di PSSI
Inilah yang menimbulkan kepanikan, karena jika tidak diperbaiki, SKTP bisa tertunda atau tidak terbit sama sekali.
Mengapa Guru ASN Bisa Terbaca Sebagai Non ASN? Ini Penyebab Utamanya
1. SPMT Belum Diinput atau Belum Terbaca Sistem
SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas) adalah dokumen wajib bagi guru ASN/PPPK.
Baca Juga: 5.812 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Bupati Jeje Minta Jaga Nama Baik Pemda
Jika SPMT:
belum diinput ke Dapodik,
belum disinkronkan, atau
tertahan di server pusat,
maka sistem otomatis mengira guru belum resmi bertugas.
Ini adalah penyebab paling sering dari error “ASN terbaca Non ASN”.
2. Data NIP atau SK Pengangkatan Belum Sinkron
Banyak guru ASN 2024–2025 melaporkan bahwa:
- NIP baru belum masuk data individu,
- SK PPPK belum terbaca oleh GTK,
Baca Juga: Karier AI Makin Bergengsi, Ini Jurusan Kuliah yang Paling Diburu Calon Mahasiswa
- riwayat kepegawaian belum update.
Saat data BKN → Dapodik → Info GTK tidak sinkron, maka status ASN dianggap belum aktif.
3. Perubahan Kode Validasi Nasional (penyebab teknis sistem)
Kadang Info GTK melakukan update besar, dan pembacaan kode validasi ikut berubah.
Baca Juga: Miris! Taman Daan Mogot, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi Sesama Jenis di Jakbar
Pada saat sistem memperbarui database nasional, status guru bisa “loncat” kode meski sebelumnya sudah benar.
Banyak guru melaporkan hal serupa pada periode:
- penetapan SKTP,
- update aplikasi GTK,
- dan setelah sinkronisasi Dapodik masal.
4. Jam Linear Sudah 26 Tapi Terpukul oleh Error Kepegawaian
Jam linear tidak ada hubungannya dengan status ASN/Non ASN.
Artinya: meskipun jam mengajar sudah benar dan sesuai syarat, jika data ASN tidak lengkap, sistem tetap akan membaca guru sebagai Non ASN.
Jadi, jam mengajar yang sudah memenuhi syarat tidak menjamin validasi berhasil sebelum data kepegawaian dibenahi.
Mengapa Masalah Ini Muncul Mendadak dari 02 ke 06?
Berdasarkan pola yang pernah terjadi, perubahan mendadak dari 02 ke 06 biasanya dipicu:
- sistem baru membaca data kepegawaian terbaru,
Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Setuju Proses Belajar di SMAN 72 Kelapa Gading Sudah Bisa Normal
- Dapodik melakukan sinkronisasi nasional,
- pusat GTK sedang memperbarui database ASN,
- atau ada perubahan data dari BKN yang belum selaras.
Dengan kata lain, ini bukan salah guru, tetapi efek dari pembaruan data pusat yang belum stabil.
SKTP Bisa Tertunda Jika Tidak Segera Diperbaiki
Jika guru ASN masih terbaca Non ASN, maka:
- SKTP tidak bisa diproses,
- TPG tidak bisa dihitung,
- dan pencairan akan menunggu validasi ulang.
Karena itu, masalah ini harus diperbaiki secepat mungkin.
Solusi yang Harus Dilakukan Guru dan Operator Sekarang
1. Cek SPMT di Dapodik
Pastikan:
- SPMT sudah diinput,
Baca Juga: Formasi CPNS Lulusan SMA Tetap Terbuka, tapi Tantangannya Tidak Main-Main
- tanggal SPMT benar,
- unit kerja sesuai dengan SK asli.
Jika belum masuk, segera minta operator untuk mengunggah ulang.
2. Sinkronisasi Dapodik Ulang
Setelah perbaikan data dilakukan, lakukan sinkronisasi.
Perubahan tidak akan terbaca tanpa sinkronisasi.
3. Cek Info GTK 1–2 jam kemudian
Biasanya perubahan tidak langsung terbaca.
Tunggu pembaruan data otomatis.
4. Minta Operator Mengecek Riwayat Kepegawaian
Pastikan:
- NIP sudah masuk,
Baca Juga: Fakta vs Hoax CPNS 2026, Jangan Sampai Tertipu! Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
- SK PPPK atau ASN terbaca,
- tidak ada kolom kosong pada data kepegawaian.
5. Laporkan Jika Error Masih Muncul
Jika semua data sudah benar tetapi kode 06 tetap muncul, laporkan ke:
- Admin Simpatika/EMIS (untuk guru madrasah),
- Admin GTK Dinas Pendidikan setempat,
- atau helpdesk Info GTK.
Guru Tidak Bersalah, Ini Masalah Sistem
Perubahan kode validasi dari 02 ke 06 bukan disebabkan kesalahan guru.
Ini murni akibat:
- data kepegawaian belum sinkron,
- SPMT belum terbaca,
- update sistem GTK,
- atau masalah komunikasi data dengan BKN.
Yang terpenting, guru tidak panik.
Selama data SPMT, NIP, dan SK sudah lengkap, validasi akan kembali normal setelah sinkronisasi sistem pusat.***




