POJOKSATU.Id- Guru Milenial dan Gen Z kini menjadi penggerak utama adopsi teknologi di sekolah. Semangat dan literasi digital mereka menghidupkan ruang kelas dengan inovasi.

Peran krusial ini terlihat dalam akselerasi pemanfaatan alat canggih seperti papan tulis interaktif. Mereka tidak hanya mengadopsi, tetapi juga mengadaptasi teknologi untuk pedagogi yang lebih efektif.

Transformasi ini menjadikan lingkungan sekolah lebih dinamis dan kolaboratif. Pada akhirnya, siswa merasakan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan.

Gelombang perubahan ini mempercepat transformasi pendidikan nasional secara menyeluruh. Masa depan pendidikan Indonesia semakin cerah di tangan para pendidik yang melek digital ini.
Baca Juga: Nasib PPPK di Ujung Tanduk! Kontrak Kerja Bisa Diputus Lagi, Solusinya Cuma Dua

Pasuruan, 12 Januari 2026 Program digitalisasi pendidikan nasional menemukan momentumnya dengan antusiasme tinggi dari para guru generasi muda. Penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Pasuruan, Minggu (11/1), tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga berhasil mengakselerasi inovasi pembelajaran berkat kesiapan sumber daya manusianya.

Kepala Sekolah, Wiwit Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa mayoritas tenaga pendidik di sekolahnya berasal dari generasi milenial dan Gen Z. “Dominasi guru muda ini menjadi keunggulan. Mereka relatif cepat beradaptasi dengan teknologi seperti PID, yang pada akhirnya menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis dan sesuai dengan dunia siswa saat ini,” jelasnya.

Salah satu guru, Yusron dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, PID telah mengubah cara mengajar mata pelajaran seperti coding dan kecerdasan buatan. “Prosesnya menjadi sangat kolaboratif. Siswa bisa langsung menampilkan dan mendiskusikan hasil kode mereka di layar besar. Ini mendorong pembelajaran yang aktif dan aplikatif, jauh dari model ceramah satu arah,” papar Yusron.
 
Baca Juga: Viral! Terjebak Macet Akibat Banjir Jakarta, Sopir Es Batu Ini Harus Rela Gajinya Dipotong Karena Muatan Mencair

Dukungan infrastruktur dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini tampaknya sejalan dengan karakteristik generasi pendidik baru. Wakil Menteri Pendidikan, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa transformasi pendidikan memerlukan partisipasi semua pihak, termasuk kesiapan para guru sebagai ujung tombak.
 
Bantuan teknologi, ketika dioperasikan oleh guru-guru yang melek digital, diharapkan dapat langsung memberi dampak nyata pada kualitas pembelajaran dan relevansinya dengan era digital***