POJOKSATU.id - Indonesia masih menghadapi kekurangan guru dalam jumlah besar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut kebutuhan guru secara nasional saat ini mencapai 464.856 orang.
Pemerintah pun menyiapkan langkah bertahap untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya melalui rencana pembukaan seleksi CPNS formasi guru mulai 2027.
Kebutuhan 464.856 guru itu tersebar di berbagai daerah dan telah dipetakan berdasarkan sekolah serta mata pelajaran.
Pemerintah juga telah membahas dan memadankan data tersebut bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Heboh, Prof Nunuk Suryani Diisukan Lengser jelang Pensiun, Oknum Guru Penyebar Hoaks Itu Minta Maaf
“Terkait jumlah guru, itu sudah kami bahas dengan Kementerian PANRB juga Kementerian Keuangan.
Jadi Insya Allah datanya itu sudah kami padankan dan sudah rapat berulang kali,” kata Mu’ti di Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Meski demikian, angka 464.856 tersebut belum menjadi angka yang bersifat tetap. Kebutuhan guru dapat berubah setiap tahun, salah satunya akibat adanya guru yang memasuki masa pensiun.
Karena itu, pemerintah menyiapkan data kebutuhan yang dinamis agar pemenuhan guru dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing sekolah dan bidang studi.
Baca Juga: Guru PNS Bisa Jadi Wakil Kepala SMA Unggul Garuda 2026, Cek 15 Syarat dan Jadwal Seleksinya
464 Ribu Guru Dipenuhi dalam 3 Tahun
Dalam roadmap yang disiapkan, pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan guru berlangsung selama tiga tahun, yakni 2027, 2028, dan 2029.
Pada 2027, pemerintah menargetkan pengangkatan sekitar 30 persen dari total kebutuhan 464.856 guru.
Jika menggunakan angka kebutuhan saat ini, jumlahnya mencapai sekitar 139.457 guru.
Target 30 persen berikutnya direncanakan pada 2028 atau sekitar 139.457 guru.
Sementara sisa 40 persen ditargetkan dipenuhi pada 2029, yang setara sekitar 185.942 guru berdasarkan angka kebutuhan saat ini.
“Jadi nanti roadmap-nya itu, 2027 kami akan mengangkat 30 persen dari kebutuhan 464 ribu itu, kemudian 30 persen lagi di tahun 2028 dan 2029 kami mengangkat 40 persen,” ujar Mu’ti.
Namun, angka tersebut masih berupa target berdasarkan kebutuhan guru yang saat ini terdata.
Jumlah formasi final tetap bergantung pada pemutakhiran data dan penetapan pemerintah.
Honorer, PPPK, hingga Fresh Graduate Bisa Ikut Seleksi
Rencana seleksi CPNS guru juga membuka peluang bagi berbagai kelompok calon peserta.
Mu’ti menyebut guru honorer, guru yang telah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga lulusan baru atau fresh graduate dapat mengikuti seleksi.
“Jadi kami terbuka, tetapi semuanya berbasis seleksi,” kata Mu’ti.
Dengan skema tersebut, seleksi CPNS guru nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga pendidik yang sudah mengajar.
Lulusan baru juga memiliki kesempatan selama memenuhi persyaratan dan kebutuhan formasi yang ditetapkan.
Kemendikdasmen juga menyampaikan bahwa guru PPPK penuh waktu diberikan kesempatan mengikuti seleksi CPNS yang pendaftarannya mulai dibuka pada awal 2027, dengan tetap mengikuti persyaratan dan kebutuhan formasi pemerintah.
Jangan Keliru, Formasi 2027 Belum Final
Roadmap pemenuhan kebutuhan guru menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang masih terjadi di berbagai daerah.
Namun, guru honorer, PPPK, maupun fresh graduate yang menunggu seleksi CPNS perlu mencermati bahwa angka 139.457 untuk 2027 merupakan hitungan 30 persen dari kebutuhan 464.856 saat ini, bukan angka formasi CPNS yang sudah ditetapkan.
Detail mengenai jumlah formasi per daerah, mata pelajaran, persyaratan, jadwal pendaftaran, serta mekanisme seleksi masih menunggu penetapan lebih lanjut.
Pemerintah juga akan terus memperbarui data karena kebutuhan guru dapat berubah seiring adanya pensiun dan perubahan kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah. ***




