POJOKSATU.id - Apakah guru yang berusia di bawah 50 tahun bisa dipanggil Piloting PPG Daljab 2024?
Lalu sebesar apa peluang guru muda dipanggil ikut piloting program pendidikan profesi guru dalam jabatan 2024 itu?
Apakah yang dipanggil Piloting PPG Dalam Jabatan 2024 hanya guru-guru yang berusia dari 50 tahun dan lebih?
Mungkin pertanyaan itu yang saat ini banyak terlintas di benak guru yang belum memiliki sertifkat pendidik atau serdik.
Pasalnya, tidak semua guru memiliki peluang yang sama untuk jadi peserta piloting pendidikan profesi guru dalam jabatan 2024.
Hal itu sebagaimana penyampaian Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Nunuk Suryani dalam tayangan live terbarunya.
Disebutkan Prof Nunuk, bahwa dalam program piloting ini akan dipanggil 60 ribu sample guru.
60 ribu guru tersebut berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.
Tentu saja, mereka yang dipanggil adalah guru yang sudah memenuhi syarat.
Sebagai informasi, piloting bisa juga diartikan sebagai uji coba.
Akan tetapi bagi peserta piloting yang dinyatakan lulus UKPPPG, maka dipastikan tetap mendapat serdik.
Ini sejalan dengan yang disampaikan Prof Nunuk.
Bahwa program piloting ini untuk mengetahui masalah apa saja yang muncul selama penyelenggaran.
Untuk kemudian dilakukan evakuasi dan perbaikan secepat mungkin agar penyelenggaran pendidikan profesi guru bisa lancar dan tanpa kendala berarti.
Terlebih mulai tahun ini, PPG Dalam Jabatan diselenggarakan dengan sistem yang benar-benar baru.
Dimana dilaksanakan secara mandiri dan daring melalui aplikasi Platform Merdeka Mengajar atau PMM.
Karena dilaksanakan secara daring, maka kebutuhan sambuntan internet adalah salah satu kunci penting.
Surat Sosialisasi dan 11 Info Penting
Terbaru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) merilis surat resmi terkait sosialisasi Piloting PPG Daljab 2024, tertanggal 12 Juli 2024.
Surat nomor: Manual.241/B2/GT.00.08/2024 tertanggal 12 Juli 2024 tersebut ditujukan kepada Kepala Balai Besar Guru Penggerak/Balai Guru Penggerak (BBGP/BGP) seluruh Indonesia.
Surat ini tentu saja menjadi pertanda bahwa persiapan program piloting ini sudah dipersiapkan sedemikian rupa.
Terbitnya surat tersebut segaris lurus dengan bocoran informasi yang disampaikan Prof Nunuk Suryani.
Dari pemaparannya, redaksi Pojoksatu.id merangkum 11 informasi penting tentang Piloting PPG Dalam Jabatan 2024, sebagai berikut:
1. Bahwa pada Senin 15 Juli 2024 resmi akan dilakukan launching Piloting PPG Daljab 2024
2. Untuk program ini, akan dipanggil sebanyak 60 ribu guru sebagai peserta piloting
3. 60 ribu guru dipilih yang telah memenuhi syarat
4. Selain itu juga dipilih berdasarkan kondisi internet di daerahnya serta keterwakilan setiap daerah
5. Peserta piloting akan menjalani seluruh proses dari awal sampai UKPPPG
7. Proses dimaksud adalah mulai dari seleksi dan pendaftaran, pembelajaran, sampai UKPPPG
8. Bagi yang dinyatakan lulus UKPPPG, maka otomatis dinyatakan lulus dan mendapat sertifikat pendidik
9. Program piloting ini bertujuan untuk mempersiapkan PPG Daljab dengan kuota 600 ribu peserta
10. Selain itu, piloting ini juga menggunakan sistem yang benar-benar baru
11. Proses undangan atau pemanggilan 60 ribu peserta piloting dilakukan mulai Selasa 16 Juli 2024 melalui akun SIMPKB masing-masing
Syarat Peserta Piloting
Masih berdasarkan pemaparan Prof Nunuk Suryani yang dikutip Pojoksatu.id.
Setidaknya ada 5 syarat peserta ploting PPG Dalam Jabatan 2024, sebagai berikut:
1. Usia senior (50 tahun)
2. Keterwakilan pulau atau daerah
3. Keterjangkauan internet
4. Bukan Guru Penggerak dan eks PLPG
5. Masuk database PPG Kemdikbudristek (600 ribu calon peserta PPG Dalam Jabatan 2024)
Peluang Guru di Bawah 50 Tahun
Lantaran peserta piloting diutamakan guru yang berusia mulai dari 50 tahun, guru di bawah 50 tahun banyak yang pesimis.
Akan tetapi, guru berusia di bawah 50 tahun sejatinya juga memiliki peluang.
Pertimbangannya, total ada 39 provinsi di seluruh Indonesia.
Jika per provinsi diambil sebanyak 1.000 sample guru, maka total sudah 38 ribu peserta.
Dengan demikian masih tersisa 22 ribu kursi.
Asumsinya, dari setiap provinsi, ada kemungkinan jumlah guru yang berusia mulai dari 50 tahun dan lebih tidak berjumlah 1.000 orang.
Kalaupun memang 1.000 orang guru 50 tahun ke atas, bisa jadi tidak semua ada di seluruh provinsi.
Atau kalau memang guru 50 tahun ke atas ada 1.000 orang per provinsi, masih ada sisa kuota 22 ribu peserta.
Jika mengacu pada syarat berdasarkan umur ini, maka guru di bawah 50 tahun pun sejatinya juga memiliki peluang dipanggil.
Asalkan guru tersebut telah memenuhi syarat dan masuk dalam database Kemdikbudristek yang berjunmlah 600 ribu.
Perlu diketahui, bahwa hitung-hitungan ini adalah asumsi yang dibuat redaksi Pojoksatu.id.
Sementara kebijakan sepenuhnya ada pada penyelenggara dalam hal ini Kemdikbudristek.
Jadi, bagi guru di bawah 50 tahun jangan pesismis karena masih memiliki peluang dipanggil Piloting PPG Daljab 2024. Semoga sukses.***




