POJOKSATU.id, BANTEN — Kisah miris dialami seorang guru honorer di SD Negeri Pasirlancar 2, Desa Pasirlancar, Sindangresmi, Pandeglang, Banten.

Ya, guru honorer bernama Dedi Mulyadi (43) ini hanya digaji Rp 12.500 per hari atau sekitar Rp300 ribu per bulan.

Kini Dedi sudah mengabdi selama 14 tahun di sekolah yang agak jauh dari jalan utama ini.

Dedi telah mengabdikan diri selama belasan tahun menjadi guru honorer di salah satu SD negeri di pedalaman Banten tersebut.

"Terus terang kalau masalah gaji, saya ngitung kehadiran. Sekali hadir itu saya digajinya cuma Rp12 ribu. Satu kali hadir, kalau tidak hadir saya tidak dapat apa-apa," kata Mulyadi dikutip dari akun Facebook @Sekedar Info, Senin (26/5).

Baca Juga: Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Minta Budi Gunadi Sadikin Mendengar Suara Guru-guru Besar

Dengan gaji Rp12.500 per hari, sangat jauh dari kata memadai bagi guru honorer bernama Dedi Mulyadi ini.

"Biasanya sekolah dari jam 7 sampai jam 12. Itupun kalau full segitu, kalau full hadir. Kalau kita banyak alpa mungkin ada acara keluarga atau lagi sakit, mungkin tidak akan segitu," katanya lagi.

Sejak 2007, Dedi telah mengabdikan diri untuk pendidikan di kampung kelahirannya itu. 

Baca Juga: Demo Sendirian, Pengacara Ini Bongkar Dugaan Korupsi dan Gagalnya Distribusi Gas PGN di Karawang

Lokasi sekolah berada cukup jauh dari jalan utama Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang.

Jalan ke desa ini berlapis tanah dan berbatu tajam menyulitkan mobil bergerak.

Postingan mengenai guru Dedi Mulyadi ini pun viral. Sudah ada 4.900 komentar dari pengguna Facebook. Kisah ini juga sudah dibagikan lebih dari 2.900 kali oleh pengguna Facebook.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Janji Urus BPJS Dua Lansia di Desa Purwasari

Komentar netizen banyak yang menyalahkan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat.

“Tanya ke Wagub Banten dia lebih paham itu daerahnya , apalagi istrinya Bupati Pandeglang, jujur saya lihat murid-murid di atas terutama anak-anak perempuan sedih lihatnya,” kata akun Indra Jaya.

“Beginilah kalau jadi orang miskin, apalagi lihat gurunya lebih miris lagi , ooooiiii pake donk nuranimu. Bupati kalau kerjanya cuma di ruang ber AC untuk apa jadi Bupati, lihatlah rakyatmu di pelosok desa,” kata akun ini lagi.

Sementara akun lainnya, @Karel Batuwael juga menyalahkan sikap pemerintah di sana selama ini.

Baca Juga: Puan Maharani Tak Setuju Usia Pensiun ASN Diperpanjang, Minta Dikaji Lebih Lanjut Secara Ilmiah

“Mereka memang iklas dan melaksanakan tugas dengan hati yang tulus, tapi sebagai pemerintah juga harus punya kesadaran untuk memperhatikan mereka,” katanya.

Karena walaupun hanya seorang guruh honorer, mereka juga menjalankan tugas negara untuk mencerdaskan bangsa, jadi jangan pemerintah keenakan lalu memanfaatkan ketulusan mereka untuk pemerintah mengambil keuntungan dari mereka.

“Pemerintah juga harus memikirkan kesejahteraan dan kebutuhan hidup mereka. Mereka punya keluarga yang harus mereka penuhi kebutuhan keluarga mereka, mulai dari kebutuhan makan minum, sampai kebutuhan pendidikan anak anak mereka,” katanya.

“Jangan pemerintah mau terima enaknya saja tapi tidak ikut bertanggungjawab untuk kesejahteraan mereka,” tegas akun ini lagi.***