POJOKSATU.id - Fakultas Teknik kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Guru Besar Departemen Teknik Mesin, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., berhasil meraih Science and Technology Award 2025 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF), lembaga bergengsi yang didukung perusahaan teknologi Jepang, Toray Industries.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan tertinggi bagi para peneliti Indonesia yang dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca Juga: Bunda PAUD Banten Dorong Lebak Jadi Wilayah Ramah Anak Sejak Usia Dini
Melalui capaian ini, Prof. Jamari tercatat sebagai salah satu peneliti yang berperan besar dalam pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.
Prof. Jamari memperoleh penghargaan tersebut lewat riset pengembangan dual mobility total hip prosthesis, yakni sambungan tulang panggul buatan dengan jangkauan gerak optimal.
Inovasi ini menghasilkan implan yang memungkinkan pergerakan lebih leluasa, stabil, serta memiliki daya tahan jangka panjang.
Menariknya, desain sambungan panggul buatan tersebut dirancang untuk memudahkan penggunanya menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk praktik ibadah salat.
Teknologi ini memungkinkan gerakan yang lebih natural dan nyaman, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi medis dapat selaras dengan nilai budaya dan spiritual masyarakat Indonesia.
Sebagai guru besar, Prof. Jamari juga aktif melahirkan berbagai terobosan teknologi melalui laboratorium yang dipimpinnya, yakni UNDIP Bio-Mechanics and Engineering Research Centre (UBM-ERC).
Baca Juga: Heboh Aplikasi Matel Bocorkan 1,7 Juta Data Nasabah, Polisi Ungkap Ancaman Keamanan Data Nasional
Di pusat riset tersebut, Prof. Jamari bersama tim mengembangkan beragam produk teknologi kesehatan inovatif.
Produk-produk yang dikembangkan meliputi sepatu ortotik, therapeutic jacket berbasis tribologi, hingga robot asisten kesehatan cerdas.
Seluruh riset tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Baca Juga: Sinyal CPNS 2026 Segera Dibuka, Simak Daftar Syarat Pendaftaran yang Wajib Dipenuhi
Ke depan, hasil-hasil penelitian akademisi Fakultas Teknik ini diharapkan dapat diproduksi secara massal dan diakses lebih luas oleh masyarakat.
Sejalan dengan visi fakultas, inovasi yang lahir dari kampus diharapkan tak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan bersama. ***




