POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana pendirian Sekolah Rakyat yang digagas oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

Program ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan gratis.

Menteri Sosial menargetkan pendirian 30 Sekolah Rakyat di Jawa Barat, dengan harapan setiap kabupaten/kota memiliki satu sekolah.

Baca Juga: Kontroversi Lagi! Sidak DPR ke PFN, Ifan Seventeen Terlambat 40 Menit sebagai Direktur Utama PFN!

Prioritas utama adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil satu.

Sekolah ini akan mengadopsi konsep asrama, memungkinkan orang tua untuk tetap dekat dengan anak-anak mereka, terutama yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Pemerintah akan menjamin pendidikan gratis, termasuk asrama, seragam, peralatan sekolah, dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Gus Ipul Gandeng Jawa Timur: Wujudkan Mimpi Sekolah Rakyat untuk Anak-Anak Miskin

Jenjang pendidikan yang ditawarkan akan mencakup SD, SMP, dan SMA, dengan target kapasitas 300-500 siswa per jenjang.

Kurikulum akan mengacu pada sekolah unggulan, dengan kombinasi kurikulum nasional dan internasional, serta fokus pada pendidikan karakter dan bela negara.

Pemerintah akan melakukan pendampingan kepada para siswa setelah lulus sekolah.

Baca Juga: ZAKAT MAL ! Pengertian, Syarat, Nisab, Hingga Tata Cara Penyaluran, Raih Keberkahan Harta di Bulan Ramadhan

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik inisiatif ini, menekankan pentingnya memutus kemiskinan kultural melalui pendidikan.

Pemerintah provinsi akan merevolusi pendidikan, termasuk mempertimbangkan perubahan jam masuk sekolah menjadi lebih pagi.

Menteri Sosial sedang melakukan konsolidasi dengan bupati dan wali kota untuk mengidentifikasi aset dan tanah yang sesuai untuk pendirian Sekolah Rakyat.

Tahap awal akan difokuskan pada pendirian 200 Sekolah Rakyat, dengan separuhnya dibangun oleh pemerintah dan separuhnya oleh swasta.

Sedangkan Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah prioritas dalam program ini.

Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan meraih masa depan yang lebih baik.***