POJOKSATU.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengubah pola kerja yang selama ini bersifat administratif menjadi lebih taktis dan responsif terhadap permasalahan di lapangan.
Dalam apel perdana usai libur Lebaran yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bi Halal di Gedung Sate, Selasa (8/4), Dedi menekankan pentingnya perubahan pendekatan kerja di lingkungan Pemprov Jabar.
“Saya ingin Pemprov Jabar itu taktis, tidak hanya administratif. Tugas-tugas kita jangan lagi menjadi sekadar urusan administrasi,” tegas Dedi di hadapan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Real Madrid di Liga Champions: Ujian Konsistensi Los Blancos
Ia mencontohkan masih banyaknya anak-anak dan perempuan yang berjualan di jalanan Kota Bandung saat jam sekolah. Menurutnya, situasi ini mencerminkan kegagalan pendekatan administratif yang selama ini dijalankan dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Jangan hanya teriak pemberdayaan perempuan, tapi perempuan di sekitar kita tidak terberdayakan. Ini yang saya maksud kerja taktis,” ujarnya.
Dedi menyebut, selama ini Pemprov Jabar hanya sebatas mengalokasikan anggaran, melakukan monitoring, dan evaluasi terhadap program di kabupaten/kota. Ke depan, kata dia, Pemprov harus bersikap lebih proaktif dan menjadi penggerak perubahan.
“Sekarang Pemprov harus promotif, menjadi motor penggerak agar kabupaten/kota ikut efisien dan taktis,” ucapnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munchen vs Inter Milan di Liga Champions: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
Ia mencontohkan hasil kunjungannya ke beberapa daerah seperti Bekasi, Bogor, dan Karawang, di mana kepala daerah mulai menunjukkan perubahan pendekatan dalam mengadvokasi isu-isu penting seperti kebersihan dan lingkungan.
Dedi menegaskan, dirinya menargetkan percepatan pembangunan dapat tercapai dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun masa kepemimpinannya, bukan dalam waktu puluhan tahun.
“Perubahannya terlihat drastis, dari angka-angka dan inovasi yang lahir bukan hanya dari meja kerja, tapi dari pengamatan langsung terhadap kondisi di lapangan,” pungkasnya.***



