POJOKSATU.ID - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sumut untuk mulai berinvestasi di pasar modal.
Imbauan ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan ASN.
Sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi pribadi agar tidak terjerumus pada praktik negatif seperti judi daring maupun tindakan korupsi.
Dalam agenda yang dilaporkan berbagai media, Bobby meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan pembekalan khusus bagi ASN.
Ia menegaskan bahwa pemahaman investasi yang aman sangat penting agar ASN dapat berpartisipasi dalam pasar modal secara sehat dan produktif.
Dorongan ini mendapat dukungan dari OJK Sumut yang menyebut pertumbuhan investor pasar modal di provinsi tersebut termasuk yang terbesar di luar Pulau Jawa.
Dengan literasi keuangan yang baik, ASN diharapkan mampu menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan yang modern, transparan, dan bertanggung jawab.
Gubernur Bobby, ASN Harus Melek Investasi
Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution menilai bahwa ASN, sebagai aparatur yang melayani publik, seharusnya menjadi contoh dalam pengelolaan finansial.
Baca Juga: Status Pencairan Terkini Tunjangan Sertifikasi Triwulan 3, TKG dan TPG 100 Persen Tahun 2025!
Ia menegaskan pentingnya ASN memahami instrumen investasi legal ketimbang tergiur opsi cepat kaya seperti judi daring yang kerap memicu masalah keuangan dan potensi pelanggaran hukum.
Menurut Bobby, investasi di pasar modal adalah pilihan yang aman selama dilakukan dengan literasi yang memadai.
Karena itu, ia meminta OJK dan BEI memberikan edukasi menyeluruh kepada ASN agar tidak salah memilih produk investasi.
OJK, Sumut Masuk Daftar Investor Besar
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan, jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara telah mencapai 736 ribu investor, dengan nilai transaksi Rp 21,7 triliun.
Angka ini menjadikan Sumut sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan investor terbesar di luar Jawa.
Ia juga menegaskan bahwa pasar modal bukan hanya milik masyarakat perkotaan, tetapi sudah menjadi alternatif investasi bagi banyak kalangan di Sumut.
Baca Juga: Pesan Tegas Wagub Erwan, Jaga Integritas! ASN Harus Terapkan 4 Aman dari Awal Hingga Akhir Proyek
Dukungan pemerintah provinsi dianggap dapat mempercepat literasi keuangan masyarakat termasuk ASN.
Lonjakan Investor Syariah 270 Persen
Salah satu sorotan besar adalah meningkatnya minat terhadap pasar modal syariah.
Berdasarkan rilis resmi Diskominfo Sumut, pertumbuhan investor syariah dalam lima tahun terakhir mencapai 270%.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa instrumen investasi halal semakin dilirik masyarakat, termasuk ASN, yang membutuhkan pilihan investasi sesuai prinsip syariah.
Pertumbuhan ini didukung program literasi investasi seperti Medan Sharia Investor City.
Yang juga dilaporkan oleh Kompas dalam edisi kilas daerah mereka.
Baca Juga: Miris! 20 Tahun Setia Mengabdi di RSUD Syamsudin, 734 Honorer Ini Tak Kunjung Diangkat
Nilai transaksi syariah di Sumut pun terus tumbuh sejalan dengan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal yang lebih aman dan teratur.
Menekan Judi Online dan Praktik Negatif ASN
Bobby menyebut bahwa literasi keuangan yang rendah sering menjadi akar masalah munculnya perilaku negatif ASN, seperti judi daring dan korupsi.
Dengan memahami cara kerja pasar modal, ASN diharapkan dapat mengelola gaji dan tunjangan dengan lebih sehat.
Selain itu, Bobby menilai bahwa investasi resmi akan menumbuhkan pola pikir jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan ASN tanpa harus mencari jalan pintas.
Kolaborasi Pemerintah, OJK, dan BEI
Program literasi investasi bagi ASN akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemprov Sumut, OJK, dan BEI. Edukasi difokuskan pada:
1. Dasar-dasar pasar modal
2. Cara memilih instrumen aman
3. Risiko investasi
4. Pasar modal syariah
Baca Juga: Ultimatum Syuriah Diabaikan! Gus Yahya Beri Jawaban Tegas, Saya Tidak Akan Mundur!
5. Pencegahan penipuan berkedok investasi
Tujuan akhirnya adalah menciptakan ASN yang melek finansial dan memiliki kemampuan mengelola aset dengan lebih bijak.
Dorongan Gubernur Bobby agar ASN Sumut menjadi investor pasar modal bukan hanya terkait kesejahteraan, tetapi juga pencegahan praktik negatif seperti judi daring dan korupsi.
Dengan jumlah investor Sumut yang terus meningkat dan pertumbuhan luar biasa di sektor pasar modal syariah, langkah ini dinilai tepat untuk memperkuat literasi keuangan ASN dan masyarakat secara luas.
Kolaborasi dengan OJK dan BEI diharapkan mampu mencetak ASN yang cerdas finansial, aman dalam berinvestasi, dan bebas dari risiko pelanggaran hukum.***




