POJOKSATU.id — Kunjungan kerja Duta Besar Australia, Mr. Rod Brazier, membawa angin segar bagi pendidikan di Provinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan resmi dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di rumah jabatan gubernur, Rabu (22/10/2025), Dubes Rod Brazier menyampaikan peluang bagi mahasiswa Gorontalo untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor (S3) di Australia melalui program beasiswa pemerintah Negeri Kangguru.

Gubernur Gusnar Ismail menyambut baik tawaran tersebut.

Baca Juga: Kisah David Mahasiswa Difabel Raih Predikat Cumlaude, 4 Tahun Ditemani Ibu Depan Pintu Kelas

Menurutnya, kesempatan beasiswa ini selaras dengan fokus utama Pemprov Gorontalo dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan mampu berkontribusi besar untuk daerah.

“Tadi ketika sarapan pagi dengan saya di rumah dinas, beliau membuka kesempatan para mahasiswa Gorontalo untuk melanjutkan pendidikan di Australia.

Rencana ini kita sambut baik karena sejalan dengan program Pemprov Gorontalo,” ungkap Gusnar usai pertemuan.

Baca Juga: Tujuh Nama Mahasiswa, Jadi Wakil UPI di Peluncuran Beasiswa Atlet Berprestasi 2025, Dorong Atlet Muda Berprestasi

Pemprov Gorontalo Siapkan Skema Beasiswa S3 Kerja Sama Australia
Menindaklanjuti peluang ini, Pemprov Gorontalo akan menyusun program khusus yang difokuskan pada studi jenjang S3 di Australia.

Harapannya, semakin banyak putra-putri daerah menempuh pendidikan doktoral di universitas kelas dunia.

“Tahun depan kita akan merancang beasiswa ke Australia khusus untuk S3 biar semakin banyak Doktor luar negeri di Gorontalo dan bisa berkiprah untuk kemajuan Gorontalo,” ujar Gusnar.

Baca Juga: Wamenag di Kongres PMMBN: Mahasiswa Jangan Mudah Terprovokasi, Jaga Persatuan

Dalam lawatannya, Rod Brazier juga melihat langsung potensi daerah melalui tampilan data digital di Command Center Provinsi Gorontalo.

Selain itu, ia bertemu dengan sejumlah alumni Australia yang berasal dari Gorontalo dan turut melakukan penanaman jagung untuk Direct Aid Program Project di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa.

Australia Awards Scholarships Dibuka untuk 2025–2026
Australia Awards Scholarships (AAS) kembali dibuka bagi pelamar Indonesia yang ingin melanjutkan studi S2 maupun S3 di berbagai universitas terbaik Australia.

Baca Juga: Keren, Film Adaptasi Labor KPI UIN Imam Bonjol Padang Jadi Juara I di Festival Sastra Internasional FSME X

Beasiswa ini menyasar kandidat berprestasi dan memiliki komitmen untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia.

Program ini juga memberikan perhatian khusus bagi wilayah prioritas seperti Gorontalo, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, dan sejumlah daerah lain yang masih membutuhkan peningkatan kualitas SDM.

Pelamar dari kelompok perempuan kurang beruntung serta penyandang disabilitas juga sangat didorong untuk mendaftar.

Baca Juga: Astagfirullah, Kekerasan Seksual Masih Dianggap Normal di Kampus, Regulasi Sudah Ada tapi Budaya Bungkam Menguat

Selain masyarakat umum, pelamar dari kalangan aparatur pemerintah pusat/daerah dan sektor swasta pun diperbolehkan mendaftar.

Fasilitas Beasiswa: Full Support Hingga Tiket Reuni Tahunan
Penerima beasiswa akan mendapatkan fasilitas lengkap meliputi:

1. Biaya kuliah penuh

2. Akomodasi dan biaya hidup bulanan

3. Tiket perjalanan ke/dari Australia

Baca Juga: Wagub Banten Ajak Tanamkan Nilai Iman dan Tolong-Menolong Sejak Dini Lewat Manasik Haji Santri

4. Pelatihan pra-keberangkatan di Indonesia

5. Asuransi kesehatan

6. Dukungan penunjang akademik

7. Tunjangan kerja lapangan jika diperlukan

8. Tiket reuni tahunan (kecuali tahun terakhir)

9. Tiket pulang setelah studi selesai

Baca Juga: Pendirian Kampus Institut Seni di Blora Dimatangkan, Pemkab Datangi ISI Solo, Mau Buka Prodi Apa?

Selain itu tersedia program pengembangan profesional dan jejaring internasional yang bermanfaat setelah kembali ke Indonesia.

Bidang Studi Prioritas
AAS memfokuskan tiga tema besar:

1. Equitable and Sustainable Economic Transformation

2. Climate Resilient Communities

3. Strong Institutions

Baca Juga: Dadiah Minangkabau Dijajaki Jadi Terapi Alzheimer oleh Mahasiswa UNAND

Dengan daftar sub-bidang mencakup ekonomi, digital, pendidikan, kesehatan, governance, biosecurity, cyber security, hingga kerja sama maritim.

Persyaratan Umum
Beberapa syarat utama:

• WNI dan mendaftar dari Indonesia
• Minimal 18 tahun pada 1 Februari
• Bukan WN Australia atau pemegang izin tinggal permanen Australia

Baca Juga: Kemdiktisaintek Pacu Akselerasi Dokter Spesialis NTB Lewat Sistem Kesehatan Akademik Wilayah V

• Tidak sedang menjalani hukuman
• Memenuhi syarat penerimaan universitas dan visa pelajar
• Tidak mendaftar di jenjang lebih rendah dari pendidikan terakhir

Persyaratan Akademik dan Bahasa Inggris
Persyaratan IPK dan skor IELTS/TOEFL/PTE ditentukan berdasarkan kategori pelamar:

Baca Juga: Pengkinian Luaran Penelitian untuk Dosen Penerima BOPTN 2024, Segera Lakukan Sebelum Tenggat 30 November 2025

• Aparatur pemerintah
• Kelompok sasaran wilayah prioritas
• Pelamar umum non-sasaran

Tes prediksi tidak diterima. Hasil tes harus masih berlaku hingga 1 Januari 2026.

Pelamar S3 wajib memiliki Letter of Support dari supervisor universitas di Australia.

Baca Juga: Kemenag Kucurkan Dana untuk Riset dan Beasiswa Dosen PTK, Berapa Jumlahnya

Dokumen Wajib
• Ijazah dan transkrip nilai legalisir
• KTP dan akta kelahiran
• Curriculum vitae terbaru
• Hasil tes bahasa Inggris
• Referensi akademik/profesional sesuai ketentuan
• Dokumen pendukung pegawai pemerintah atau sasaran khusus (jika ada)

Baca Juga: Gubernur Papua Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Wujudkan Papua Baru yang Maju dan Harmonis

Seluruh dokumen harus disiapkan dalam bentuk digital.

Cara Mendaftar Australia Awards Scholarships
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi:
https://www.australiaawardsindonesia.org

Pelamar dapat membuat akun, mengunggah dokumen, dan mengirim aplikasi sesuai jadwal yang ditetapkan pada situs tersebut.

Baca Juga: Gubernur Papua Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Wujudkan Papua Baru yang Maju dan Harmonis

Dengan adanya dukungan Pemprov Gorontalo dan peluang beasiswa internasional ini, diharapkan semakin banyak generasi muda daerah berani melangkah lebih jauh pada jenjang doktoral di luar negeri dan kembali menjadi kekuatan pembangunan Gorontalo.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.***