POJOKSATU.ID - Indonesia kembali memasuki babak baru dalam dunia Pendidikan seperti yang diketahui telah memiliki nahkoda baru.
kemendikdasmen mengumumkan perubahan signifikan dalam kurikulum nasional yang saat ini tengah berlangsung kurikulum merdeka.
Mulai tahun ajaran 2025/2026, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang selama ini menjadi ciri khas Kurikulum Merdeka, akan dihentikan.
Akan digantikan dengan program baru bernama Program Pengembangan Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Global (P7).
Informasi ini pertama kali diumumkan melalui unggahan di akun Instagram resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (@dikbudkalbar) pada dua hari yang lalu.
Unggahan tersebut menarik perhatian publik, khususnya para pelaku dunia pendidikan, karena menandai perubahan besar dalam arah kebijakan pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Hati-Hati! Tunjangan Profesi Guru Bisa Terancam: Ini Syarat Pembatalan yang Wajib Diketahui!
Apa Itu Program P7?
Program P7 dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan keterampilan global yang dibutuhkan siswa di era modern.
Tujuannya adalah untuk membentuk pelajar yang tidak hanya berkarakter Pancasila, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan komunikasi lintas budaya.
Perubahan ini merupakan respons terhadap dinamika global yang menuntut siswa untuk memiliki kompetensi yang lebih luas.
Di era digital dan globalisasi ini, siswa tidak hanya perlu memahami nilai-nilai luhur bangsa, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan.
Sleain itu juga dituntut berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya.
Perbandingan dengan Proyek P5
Proyek P5 yang telah berjalan selama ini bertujuan untuk memperkuat profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek.
Siswa diajak untuk mengembangkan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif.
Program P7 tetap mempertahankan fokus pada penguatan profil pelajar Pancasila, tetapi dengan penekanan yang lebih kuat pada pengembangan keterampilan global.
Baca Juga: Intip! Peraturan Terbaru Kenaikan Tunjangan Profesi Guru TPG Inpassing bagi Guru Non ASN Tahun 2025
Hal ini terlihat dari penambahan dimensi profil pelajar global, yang mencakup kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan komunikasi lintas budaya.
Perubahan kurikulum ini tentu akan membawa implikasi yang luas bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Sekolah-sekolah perlu mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan program P7 dengan efektif.
Guru-guru perlu meningkatkan kompetensi mereka dalam mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan global.
Siswa-siswa perlu dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di era modern.
Selain itu, perubahan ini juga menuntut adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Semua pihak perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa program P7 dapat mencapai tujuannya.
Reaksi Publik
Unggahan @dikbudkalbar tentang program P7 mendapat respons yang beragam dari publik. Ada yang menyambut baik perubahan ini, karena dianggap relevan dengan kebutuhan zaman.
Namun, ada juga yang mempertanyakan kesiapan sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan program ini.
Beberapa warganet juga menyoroti pentingnya sosialisasi yang lebih luas tentang program P7 kepada masyarakat.
Mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan informasi yang jelas dan komprehensif tentang program ini, sehingga masyarakat dapat memahami dan mendukungnya.***




