POJOKSATU.id — Di era digital saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) menyadari pentingnya bagi para santri untuk tidak hanya menguasai ilmu agama secara mendalam, tetapi juga aktif dalam menyebarkan dakwah secara digital.

Oleh karena itu, Kemenag telah menyiapkan berbagai program fasilitas untuk mendukung santri dalam mentransformasi diri sebagai pendakwah digital.

Plt. Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menuturkan, program Rumah Kitab yang digagas Kemenag bertujuan untuk memudahkan akses umat terhadap kitab suci dan sumber ilmu agama lainnya.

Baca Juga: Inisial B

Program Rumah Kitab menjadi simbol integrasi santri dalam masyarakat internet.

"Tantangan besar kami adalah mengintegrasikan semua pesantren yang memiliki PDF ke dalam sistem pendidikan nasional yang responsif," jelas Abu Rokhmad dalam forum Peningkatan Kompetensi Ustadz pada Satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Pangkal Pinang.

Abu Rokhmad, yang juga Guru Besar UIN Walisongo, menekankan peran penting ustaz dan ustazah dalam proses pembelajaran di PDF.

Ia mengemukakan bahwa transformasi pendidikan menjadi fokus utama Kemenag, dan santri harus terlibat aktif dalam proses tersebut.

Baca Juga: Mantan Ketua MK Ajak Masyarakat Terima Hasil Pilpres 2024, Tokoh Madina Diminta Turunkan Suhu

Dialog antara ustaz, ustazah, dan santri, menurut Abu, esensial untuk memastikan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman.

Lebih lanjut, Abu menjelaskan bahwa PDF harus menjadi destinasi utama bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Mahad Aly.

Sementara itu, Plt. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, menyoroti kurangnya representasi PDF di ranah digital.

Baca Juga: Hubungan Anies dengan Surya Paloh Retak, Pengamat Adi Prayitno Beberkan Bantahannya

Ia pun mendorong PDF untuk memiliki kehadiran yang luas di platform digital guna meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman masyarakat.

"Penting bagi PDF untuk memiliki kehadiran yang luas di platform digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman masyarakat," terangnya.

Waryono, yang juga merupakan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, menekankan bahwa PDF wajib mematuhi standar pendidikan formal, termasuk memiliki kurikulum yang jelas dan administrasi yang teratur.

Di penghujung acara, Waryono mengajak para ustadz dan ustadzah untuk lebih mendalami kitab-kitab karya ulama Nusantara.

Baca Juga: Dibuka Mulai 2 Mei, Berikut Persyaratan Lengkap Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek 2024, Tersedia untuk Program S1 hinga S3

"Warisan intelektual ini sangat penting untuk pembentukan identitas keagamaan dan intelektual bangsa kita," pungkasnya.

Upaya bersama untuk mengenalkan berbagai satuan pendidikan formal, termasuk PDF, melalui berbagai media menjadi fokus utama Kemenag.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung bagi perkembangan Pendidikan Diniyah Formal.

Baca Juga: Prediksi Skor Borussia Dortmund vs PSG, Semifinal UCL: Condong ke Tim Tamu

Melalui program fasilitasi dan berbagai upaya lainnya, Kemenag berkomitmen untuk mengantarkan para santri menuju masa depan yang gemilang.

Santri tidak hanya menjadi ahli ilmu agama, tetapi juga pendakwah digital yang mampu menyebarkan dakwah Islam dengan rahmat dan kedamaian.***