POJOKSATU.id — Aksi cepat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas dalam mengevakuasi korban kecelakaan kereta api kembali menjadi sorotan publik.
Gerak cepat tim SAR di lapangan dinilai krusial dalam menyelamatkan korban dan meminimalkan risiko yang lebih besar.
Dalam berbagai insiden transportasi, termasuk kecelakaan kereta, Basarnas kerap menjadi garda terdepan dalam proses pencarian dan pertolongan.
Baca Juga: RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen Sebesar Rp900 Miliar
Lalu, apa saja tugas dan fungsi utama lembaga ini?
Basarnas merupakan lembaga pemerintah yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) di seluruh wilayah Indonesia.
Tugas ini mencakup berbagai kondisi darurat, baik di darat, laut, maupun udara.
Dalam pelaksanaannya, Basarnas memiliki sejumlah tugas pokok dan fungsi.
Baca Juga: Pemula Wajib Baca! Panduan Naik Pesawat dari Check-in hingga Boarding Tanpa Ribet
Salah satunya adalah melaksanakan operasi SAR untuk mencari dan menolong korban kecelakaan, termasuk evakuasi korban dari lokasi kejadian.
Selain itu, Basarnas juga bertugas memberikan pertolongan pertama sebelum korban diserahkan kepada tim medis.
Tak hanya itu, Basarnas juga memiliki peran penting dalam menjaga kesiapsiagaan.
Baca Juga: Taksi Green SM Sampaikan Duka Korban Kecelakaan KA Argo Bromo, Dukung Investigasi Dilakukan
Tim SAR siaga selama 24 jam dan siap bergerak cepat begitu menerima laporan kejadian. Koordinasi dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, hingga instansi terkait lainnya juga menjadi bagian dari tugas mereka.
Dalam kasus kecelakaan kereta api, Basarnas biasanya terlibat langsung dalam proses evakuasi korban dari gerbong yang rusak atau lokasi yang sulit dijangkau.
Mereka juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia serta tim medis untuk memastikan proses penyelamatan berjalan lancar.
Baca Juga: Kota Bandung Kunci Arah 20 Tahun ke Depan, Perda Kependudukan Siap Disahkan
Di balik tugasnya yang berat, Basarnas memiliki sejumlah fakta unik yang jarang diketahui.
Personel Basarnas diketahui menjalani pelatihan di berbagai kondisi ekstrem, mulai dari gunung, laut, hingga bangunan runtuh.
Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Baca Juga: Daftar Aplikasi Bawaan Windows 11 yang Aman Dihapus, Bikin Laptop Lebih Ringan!
Selain itu, beberapa tim Basarnas juga memiliki kemampuan khusus seperti penyelaman (diving rescue) dan penyelamatan di ketinggian (high angle rescue).
Bahkan, dalam kondisi tertentu, mereka dapat diterjunkan melalui udara untuk mempercepat proses evakuasi.
Menariknya, operasi SAR tidak mengenal waktu. Tim Basarnas harus siap siaga selama 24 jam tanpa mengenal hari libur demi menjalankan tugas kemanusiaan.
Dari sisi kesejahteraan, gaji personel Basarnas mengikuti standar Aparatur Sipil Negara (ASN).
Besarannya bervariasi tergantung golongan dan jabatan, dengan kisaran mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta untuk gaji pokok.
Selain gaji pokok, personel Basarnas juga menerima berbagai tunjangan seperti tunjangan kinerja, tunjangan risiko, serta insentif operasional.
Hal ini membuat total penghasilan yang diterima bisa lebih besar, sebanding dengan risiko pekerjaan yang dihadapi.
Peran Basarnas yang sigap dan profesional menjadi salah satu faktor penting dalam setiap operasi penyelamatan.
Keberadaan mereka tidak hanya membantu korban, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah situasi darurat.***




