POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis Gerakan Teman Sebaya #RukunSamaTeman dalam acara peluncuran yang digelar di Jakarta, Kamis, 11 Desembere 2025

Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, Fajar Riza Ul Haq, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Tak hanya para pejabat, kegiatan itu juga diramaikan oleh sedikitnya 300 peserta didik dari jenjang SMP, SMA/SMK, hingga SLB yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasananya hangat, penuh energi, dan terasa bahwa semangat perubahan memang lahir dari suara anak-anak sendiri.

Baca Juga: Pendaftaran SNBP 2026, Cek Syarat Eligible, Kuota Sekolah, dan Jadwal Lengkap

Mendorong Lingkungan Belajar yang Aman dan Ramah

Gerakan Teman Sebaya #RukunSamaTeman digagas sebagai upaya memperkuat pemahaman kolektif mengenai pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman, ramah, dan inklusif.

Program ini mengajak murid menjadi agen perubahan dalam mendorong lingkungan sekolah yang saling menghargai.

Gerakan ini juga menyinergikan seluruh pemangku kepentingan lewat penerapan nilai-nilai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang menjadi landasan kampanye #RukunSamaTeman di seluruh satuan pendidikan.

Baca Juga: Universitas Indonesia Naik Peringkat di UI GreenMetric 2025, Kokoh sebagai Kampus Paling Berkelanjutan di Asia

Perundungan Masih Jadi PR Besar

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa isu perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di sekolah masih menjadi tantangan besar. Kok bisa?

Ya, karena praktik tersebut terus muncul dalam berbagai bentuk, dari verbal hingga fisik, bahkan digital.

Namun begitu, ia optimis persoalan itu dapat diatasi bila semua pihak bergerak bersama.

Saling menghargai, saling mendukung, dan gotong-royong diyakini menjadi kunci dalam membangun iklim belajar yang positif.

Baca Juga: Beasiswa Pemerintah Rusia 2025, Peluang Prestisius untuk Kuliah Gratis di Negeri Beruang Merah

Sekolah sebagai Rumah Kedua

Abdul Mu’ti menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi rumah kedua bagi seluruh anak Indonesia.

“Kita berkomitmen untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi seluruh anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh, belajar, dan mengembangkan diri secara optimal demi masa depan yang lebih gemilang,” katanya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga soal rasa aman, kenyamanan, dan ruang berkembang bagi semua.

Baca Juga: 10 Program Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri yang Wajib Kamu Coba, Buka Peluang Global!

Anak sebagai Motor Perubahan

Gerakan Teman Sebaya #RukunSamaTeman ingin menghadirkan peran aktif peserta didik dalam menjaga suasana sekolah tetap harmonis.

Dengan membangun budaya saling peduli, murid bukan hanya penerima layanan pendidikan, tapi juga penggerak utama perubahan. ***