POJOKSATU.ID - Kepedulian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banyuwangi kembali diwujudkan melalui gerakan sosial “ASN Banyuwangi Berbagi”.
Puluhan ribu paket sembako disalurkan kepada keluarga pra sejahtera yang masuk dalam kategori warga miskin ekstrem, sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Program ini digelar pada Rabu (28/1/2026), dengan melibatkan ribuan ASN yang turun langsung ke lapangan.
Baca Juga: Keadilan Dipertanyakan, Pegawai MBG Digaji Tinggi, Guru Honorer Masih Jauh dari Sejahtera
Untuk membagikan bantuan kepada warga kurang mampu di berbagai wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
Puluhan Ribu Paket Sembako untuk Warga Pra Sejahtera
Bantuan sembako yang disalurkan menyasar keluarga pra sejahtera yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.
Fokus utama penyaluran adalah warga pada desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kerentanan ekonomi paling tinggi.
Penyaluran dilakukan secara door to door, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk mencegah salah sasaran dan memastikan keadilan distribusi.
Pemanfaatan Teknologi Smart Kampung
Untuk menjamin ketepatan data, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan sistem digital melalui aplikasi Smart Kampung.
Data penerima bantuan telah terintegrasi secara elektronik, sehingga memudahkan ASN di lapangan dalam memverifikasi dan menyalurkan bantuan.
Dengan sistem ini, setiap paket sembako tercatat dengan baik, mulai dari lokasi penerima hingga status penyaluran, sehingga transparansi dan akuntabilitas program dapat terjaga.
Bupati Ipuk Turun Langsung ke Lapangan
Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ia turut menyerahkan paket sembako kepada warga pra sejahtera dan menyempatkan diri menyapa penerima bantuan di sejumlah lokasi.
“Ini gerakan bersama yang terus kami dorong agar ASN terbiasa berbagi rezeki dan meringankan beban ekonomi warga miskin,” ujar Ipuk Fiestiandani dikutip Pojoksatu.id dari RRI.co.id, pada 29/10/2026.
Baca Juga: Angin Segar bagi Guru Madrasah, Tambahan Anggaran Kemenag Rp27 Triliun Disetujui DPR
Menurutnya, kehadiran ASN secara langsung di tengah masyarakat bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan empati sosial.
ASN dan PPPK Terlibat Aktif
Dalam pelaksanaan program ini, seluruh unsur ASN dilibatkan, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.
Keterlibatan aktif aparatur ini menjadi cerminan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di lingkungan birokrasi.
Gerakan ini juga mendapat dukungan lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, BUMN, BUMD, sektor swasta.
Sehingga organisasi masyarakat yang turut berkontribusi dalam penyaluran bantuan.
Program Rutin Sejak 2024
ASN Banyuwangi Berbagi bukanlah kegiatan insidental. Program ini telah berjalan rutin setiap bulan sejak 2024 sebagai bagian dari strategi penanganan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
Pemerintah daerah berharap bantuan langsung berupa sembako dapat membantu meringankan beban ekonomi warga.
Terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi rumah tangga.
Dampak Sosial dan Penurunan Kemiskinan
Program sosial ini dinilai memberikan dampak positif terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi.
Baca Juga: Terungkap! Harta Fantastis Rp38,8 Miliar Milik Iman Rachman Sebelum Mundur dari Kursi Dirut BEI
Dalam beberapa tahun terakhir, angka kemiskinan di daerah ini menunjukkan tren penurunan hingga mencapai level yang relatif rendah pada 2025.
Selain membantu secara langsung, gerakan ini juga membangun budaya empati di kalangan ASN, bahwa birokrasi bukan sekadar pengelola administrasi, tetapi juga bagian dari solusi sosial masyarakat.
Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi menjadi contoh nyata bagaimana aparatur pemerintah hadir secara langsung membantu masyarakat miskin.
Baca Juga: Heboh Menu Makan Bergizi Gratis di Sukabumi Ditemukan Belatung, Pengelola Akui Kejadian Tak Sengaja
Dengan penyaluran puluhan ribu paket sembako yang tepat sasaran, program ini tidak hanya meringankan beban warga pra sejahtera.
Tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan birokrasi Banyuwangi.***




