POJOKSATU.id - Generasi Z dari berbagai negara berkumpul di Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto dalam talkshow bertajuk “Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara”.
Kegiatan yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama tersebut menjadi ruang dialog mengenai masa depan pendidikan tinggi Islam yang semakin mendunia.
Forum ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa lokal dan internasional, tetapi juga membahas strategi besar internasionalisasi kampus serta penguatan nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan tinggi.
Dorong Internasionalisasi Kampus
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa UIN Saizu kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena dinilai berhasil menarik minat mahasiswa asing dari berbagai negara.
Menurutnya, internasionalisasi kampus kini menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Agama dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah program fast track yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam waktu lima tahun.
“Program ini dirancang untuk mahasiswa berprestasi, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan dukungan skema beasiswa khusus,” jelas Suyitno.
Kurikulum Berbasis Cinta
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, juga memperkenalkan konsep Love-Based Curriculum atau Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai salah satu inovasi pendidikan dari Kementerian Agama.
Kurikulum ini menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama pendidikan, dimulai dari kecintaan kepada Tuhan yang kemudian diwujudkan dalam kepedulian terhadap manusia dan alam semesta.
“KBC dirancang untuk memperkuat akal sekaligus rohani, sehingga manusia mampu mengelola emosi dan membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Sahiron.
Ia menegaskan bahwa konsep tersebut tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan menyisipkan nilai spiritualitas dalam proses pembelajaran agar pendidikan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa
Dalam sesi dialog bersama mahasiswa, Sahiron juga menyoroti pentingnya penguatan kepemimpinan generasi muda melalui program Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS).
Pada tahun 2025, program tersebut telah melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Selain itu, Kementerian Agama juga membuka peluang karier global bagi lulusan PTKI dengan menyediakan ijazah dalam versi bahasa Inggris dan Arab.
Kebijakan ini diharapkan memudahkan alumni untuk melanjutkan studi maupun bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Viral Driver Online Tunjukkan BHR Rp1,6 Juta, Netizen Langsung Ramai!
Strategi Global UIN Saizu
Saat ini UIN Saizu telah menjadi rumah bagi 56 mahasiswa asing yang berasal dari 17 negara. Kampus tersebut menargetkan jumlah mahasiswa internasional meningkat menjadi 117 orang pada tahun 2027.
Untuk mencapai target tersebut, kampus menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Baca Juga: Viral Driver Online Tunjukkan BHR Rp1,6 Juta, Netizen Langsung Ramai!
Di antaranya pengajuan penilaian QS Stars dengan target meraih tiga bintang, persiapan masuk QS World University Rankings, serta rencana mengikuti pemeringkatan Times Higher Education pada 2027.
Selain itu, UIN Saizu juga memperluas kolaborasi global melalui program international teaching yang melibatkan dosen dari 22 negara serta menjalankan 10 riset internasional sepanjang tahun ini.
Ke depan, kampus juga berencana membangun research center baru sekaligus memperkuat program student mobility, termasuk kegiatan KKN dan PPL di sejumlah negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina. ***




