POJOKSATU.ID - Gelombang pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 mulai terasa di berbagai daerah Indonesia.
Dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah, warga penerima manfaat tampak antusias setelah saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka menunjukkan angka yang ditunggu-tunggu.
Mulai awal November 2025, sejumlah wilayah telah memastikan dana bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) sudah masuk ke rekening penerima.
Tak heran, kabar ini menjadi topik hangat di media sosial dan grup WhatsApp warga.
Daerah yang Sudah Mulai Menerima
Berikut beberapa wilayah yang sudah memulai pencairan PKH Tahap 4 minggu ini:
1. Majalengka, Jawa Barat
Penerima di wilayah ini mulai menerima bantuan melalui Bank BRI.
Beberapa warga juga mendapat pencairan via kantor pos bagi yang belum memiliki rekening.
Baca Juga: BLT Kesra Dinilai Tak Tepat Sasaran, Warga Bandung Kritik Penyaluran yang Lambat dan Data Tak Akurat
2. Tasikmalaya, Jawa Barat
Sejumlah warga melaporkan saldo KKS mereka masuk pada tanggal 3 November.
Kantor pos setempat juga ramai oleh antrean penerima BPNT dan PKH.
3. Subang, Jawa Barat
Menurut data Dinsos setempat, pencairan PKH dan BLT Kesra sudah berlangsung sejak awal pekan.
Bank BRI menjadi saluran utama penyaluran.
Baca Juga: Prabowo Kagumi Park Chung-hee, Pemimpin Korea yang Ubah Negara Miskin Jadi Raksasa Ekonomi
4. Purbalingga, Jawa Tengah
Pencairan melalui BRI dan kantor desa berlangsung lancar.
Warga penerima yang belum menerima diimbau bersabar karena penyaluran dilakukan bertahap hingga akhir November.
5. Kebumen, Jawa Tengah
Wilayah ini menjadi salah satu penerima bantuan ganda, PKH, BPNT, dan BLT Kesra Rp900 ribu cair bersamaan.
Baca Juga: Jalan Baru di Pandeglang Diresmikan Pangdam III Siliwangi, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas
Selain itu, lebih dari 70 kabupaten/kota di seluruh Indonesia sudah mulai menerima penyaluran bansos tahap akhir tahun ini.
Termasuk wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Penyaluran PKH Tahap 4 2025 dilakukan melalui dua mekanisme:
1. Melalui Bank Himbara
BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk wilayah tertentu.
Warga yang sudah memiliki rekening KKS bisa langsung melakukan penarikan tunai di ATM atau agen bank.
Baca Juga: Arnovi Dinilai Layak Duduki Kursi Ketua Kadin oleh Sekjen Gerindra Tangsel
2. Melalui Kantor Pos
Bagi yang belum memiliki rekening, pencairan dilakukan di kantor pos terdekat.
Penerima akan mendapatkan surat undangan pencairan dari pendamping sosial atau aparat desa.
Kemensos memastikan seluruh penyaluran dilakukan secara non-tunai, aman, dan transparan.
Dengan data penerima diverifikasi lewat Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Rekomendasi Pantai Terindah di Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List 2025!
Bagi masyarakat yang belum menerima, jangan khawatir. Pencairan tahap 4 dilakukan bertahap hingga Desember 2025, tergantung wilayah dan jadwal bank penyalur.
Antusiasme warga menyambut pencairan tahap 4 ini terlihat jelas di lapangan.
Kantor pos di Majalengka dan Subang bahkan menambah jam operasional untuk menghindari penumpukan penerima.
Dinsos mengingatkan agar tidak tergiur ajakan oknum yang menawarkan percepatan pencairan.
Kemensos juga menegaskan bahwa lembaga resmi tidak pernah meminta data pribadi melalui pesan pribadi atau tautan tidak resmi.
Jika ada hal tersebut sudah dapat dipastikan itu penipuan.
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan NIK, nomor rekening, atau OTP ke siapa pun.
Selalu pastikan informasi hanya berasal dari akun resmi Kemensos RI atau pendamping sosial PKH.
Laporkan jika menemukan penipuan ke Call Center Kemensos (1500299) atau ke Dinas Sosial daerah.
Pencairan PKH Tahap 4 tahun 2025 memang menjadi kabar menggembirakan di penghujung tahun.
Namun, karena dilakukan bertahap dan bergantung pada validasi data, tidak semua wilayah menerima di waktu yang sama.
Jika kamu belum menerima, jangan panik. Pastikan statusmu aktif, cek secara resmi, dan tunggu jadwal pencairan sesuai wilayah.
Bantuan ini bukan sekadar dana tunai tapi wujud nyata hadirnya negara di tengah rakyat kecil yang membutuhkan.***




