POJOKSATU.ID – Belum lama ini Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penjelasan terkait program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Dalam hal ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar targetkan PPG dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) ke generasi muda.
Bukan main, jumlah kuota yang diberikan kepada calon PPG Guru PAI ternyata sebanyak 28.536 lowongan.
“Melalui PPG kita ingin memastikan bahwa guru PAI memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada generasi muda,” ucapnya.
“Program ini juga menjadi wujud nyata dari upaya Kementerian Agama dalam mendukung profesionalisme guru di seluruh tanah air,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari Antara.
Diketahui, program ini tidak lain merupakan perpanjangan tangan dari visi misi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Yang mana, dari total kuota tersedia akan difokuskan untuk menggali potensi para guru di bidang PAI.
Tidak lain, hal ini juga akan berdampak langsung bagi para guru yang mengikuti dan menerima PPG pada 2024.
Sebab, fasilitas yang diberikan tidak hanya sekedar mendapatkan sertifikat pendidik saja dari PPG.
Melainkan, para guru yang lulus dari program tersebut juga akan mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) setiap bulannya.
Bukan main-main, anggaran yang dikeluarkan pemerintah dalam mewujudkan PPG PAI di 2024 ternyata mencapai ratusan miliar.
Seperti halnya yang dikatakan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam M Munir terkait program PPG PAI tersebut.
Munir menjelaskan bahwa anggaran yang diperoleh dalam menjalankan PPG PAI ini disinyalir dari beberapa lembaga keagamaan Islam.
“Anggaran yang dikeluarkan untuk program PPG tahun ini mencapai Rp142,6 miliar,” jelas Direktur PAI.
“Bersumber dari anggaran pemerintah daerah serta lembaga pemerintah non-struktural seperti Baznas, BWI, dan Baitul Mal,” lanjutnya.
Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Keluarga: Peran Ibu-Ibu PNM Mekaar Lebih dari Sekadar Pahlawan Rumah Tangga
Seperti deiktahui, program PPG PAI ini telah berlangsung yang diterapkan ke dalam 2 sesi perekrutan.
Yang mana, hal ini telah mencakup belasan ribu peserta pada batch 1 dengan 13.409 peserta dan batch 2 sebanyak 15.127. ***



