POJOKSATU.id - Di balik insentif Rp100 ribu per hari untuk guru honorer jadi PIC MBG ternyata membawa 7 bom waktu yang siap meledak.
Potensi bom waktu jadi PIC MBG ini bahkan berimbas atau berdampak langsung kepada guru yang bersangkutan.
Seperti diketahui, guru honorer mendapat angin segar dengan kabar terbaru yang disampaikan Badan Gizi Nasional atau BGN.
Dimana pemerintah melalui BGN menyampaikan pesan bahwa MBG tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan murid.
Baca Juga: Dorong Pembinaan dan Edukasi Keuangan, Dispendik Blitar Batasi Izin Cerai ASN karena Alasan Ekonomi
Akan tetapi juga harus bisa menambah pemasukan bagi guru honorer.
Sebab selama ini gaji guru honorer memang masih sangat jauh dari kata ideal.
Bahkan lebih tepatnya bisa dikatakan bahwa gaji guru honorer benar-benar sangat tidak layak.
Terlebih tanggungjawabnya adalah untuk mencerdaskan anak bangsa.
Baca Juga: Cikande Ditetapkan Sebagai Daerah Terpapar Radiasi
Namun, di balik euforia tersebut, banyak pihak menilai kebijakan ini bisa jadi bom waktu yang siap meledak.
Kenapa menjadi bom waktu yang siap meledak sewaktu-waktu?
Karena memang beberapa potendi dan indikasi di lapangan memang kerap terjadi hal-hal demikian.
Potensi dimaksud bukan saja berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.
Akan tetapi bahkan bisa menempatkan guru honorer dalam posisi yang sangat rentan.
Nah, redaksi Pojoksatu.id menemukan setidaknya ada 7 potensi bom waktu insentif Rp100 ribu per hari guru honorer jadi PIC MBG di sekolah.
Sekilas tentang Kebijakan Insentif MBG
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan bahwa sekolah penerima MBG wajib menunjuk 1–3 guru.
1-3 guru tersebut ditunjuk sebagai penanggung jawab distribusi MBG di masing-masing sekolah.
Baca Juga: Sempat Hilang dari Peredaran, Harga BBM Shell Tiba-tiba Naik Pertanggal 1 Oktober 2025
Kepala sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang akan menjadi PIC MBG di sekolah (Person in Charge).
Yang menarik, guru honorer dan guru bantu mendapat prioritas.
Setiap hari mereka bertugas, insentif Rp100 ribu dijanjikan, dengan pencairan dilakukan setiap 10 hari sekali.
"Insentif ini bukan sekadar kompensasi finansial, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi guru dalam mendukung keberhasilan program," kata Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang.
Baca Juga: Insiden Kekerasan terhadap Jurnalis di SPPG Pasar Rebo: Sorotan Baru Transparansi Program MBG
Agar distribusi makanan berjalan lancar, pemerintah menugaskan guru di sekolah penerima sebagai penanggung jawab utama.
Di sinilah peran insentif Rp100 ribu per hari menjadi penting, sebagai kompensasi atas tanggung jawab tambahan yang dipikul para guru.
Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 5 Tahun 2025.
Dimana pemberian insentif diberikan kepada guru yang bertugas sebagai penanggung jawab distribusi MBG.
7 Potensi Bom Waktu
Seperti yang sudah disebutkan redaksi Pojoksatu.id di atas, ada potensi bom waktu di balik insesntif Rp100 ribu per hari guru honorer jadi PIC MBG.
Potensi ini dirangkum berdasarkan kondisi yang kerap terjadi di lapangan.
Berikut ini 6 potensi bom waktu insentif Rp100 ribu per hari guru honorer jadi PIC MBG di sekolah.
1. Kecemburuan Sosial Antar Guru
Pertama adalah bahwa tidak semua guru mendapat tugas sebagai PIC MBG.
Guru yang terpilih mendapat tambahan Rp100 ribu per hari, sementara yang lain hanya ikut sibuk membantu tanpa kompensasi.
Akibatnya, ada potensi muncul gesekan internal di sekolah.
Guru yang tidak terpilih bisa saja merasa dianaktirikan.
2. Beban Baru Tanpa Kepastian Karir
Tambahan tugas ini tidak otomatis membuat guru honorer naik status menjadi PPPK atau ASN.
Perlu diketahui bahwa insentif hanya berlaku selama program berjalan.
Jika dianalogikakan, bagi guru honorer, ini seperti membungkus luka lama dengan plester.
Dimana plester hanya sementara saja menutup luka perih.
Akan tetapi plester tersebut tidak menyelesaikan akar permasalahan.
Yakni kesejahteraan dan kepastian karir guru honorer yang menunggu bertahun-tahun diangkat menjadi ASN.
3. Gangguan Fokus Mengajar
Sudah tak terbantahkan lagi bahwa tugas utama guru adalah mendidik.
Namun dengan peran baru sebagai penanggung jawab MBG, maka otomatis guru honorer harus membagi waktu antara mengajar dan mengurus logistik makanan.
Akibatnya, kualitas belajar siswa bisa saja terpengaruh.
Alih-alih fokus menyiapkan materi pelajaran, guru harus sibuk mencatat distribusi makanan dan melaporkan ke BGN.
4. Ancaman Korupsi dan Nepotisme
Informasi lain yang harus diingat adalah, penunjukan guru PIC MBG sepenuhnya ada di tangan Kepala Sekolah.
Baca Juga: Insentif Rp100 Ribu per Hari bagi Guru Program MBG, Apresiasi atau Sekadar Formalitas?
Celah ini bisa dimanfaatkan untuk memilih "orang dekat", bukan yang paling layak.
Sistem rotasi yang dijanjikan juga bisa saja mandek.
Alih-alih bergilir, insentif bisa hanya dinikmati segelintir guru "kesayangan" Keppala Sekolah.
Bahkan, ada risiko pungli dalam pencairan insentif yang dilakukan tiap 10 hari sekali.
Siapa pihak yang bisa melakukan pungli?
Pastinya potensi ada di setiap jalur distribusi insentif Rp100 ribu per hari tersebuut.
5. Anggaran Membengkak
Hal lain, tentu saja ketika ada insentif, maka otomatis membuat anggaran membengkak.
Penghitungan kasar dan sederhananya adalah Rp100 ribu dikali 3 guru dikali ribuan sekolah.
Baca Juga: Rp30 Juta untuk Mahasiswa Doktoral, Ini Cara Daftar BPP S3 Dalam Negeri Kemenag 2025
Hitungan ini berlaku setiap hari selama setahun program MBG berjalan.
Maka sudah pasti angka yang didapat tentu saja bisa bukan lagi miliar tapi mencapai triliunan rupiah.
Pertanyaan selanjutnya yang muncul, apakah dana sebesar itu tidak lebih baik dipakai untuk menaikkan gaji guru honorer secara permanen saja?
Bukankah selama ini gaji guru honorer sangat tidak layak?
6. Patgulipat dan Demo Guru
Terakhir, soal insentif dan tunjangan, selama ini yang terjadi adalah selalu mengalami keterlambatan pencairan.
Baca Juga: Gaji dan Tunjangan Guru Aman dalam RUU Sisdiknas, DPR Pastikan TPG Tak Dihapus
Maka, secara otomatis pula, bahwa hal-hal demikian otomatis memicu potensi demo guru.
Jika insentif Rp100 ribu per hari tidak cair tepat waktu, bukan tidak mungkin guru honorer akan turun ke jalan.
Jika distribusi tugas tidak adil, potensi mogok kerja juga terbuka.
Belum lagi potensi adanya patgulipat pihak-pihak tertentu yang selalu mencari celah untuk keuntungan pribadi.
7. Berhadapan dengan Ortu Murid
Terakhir, adalah potensi guru honorer berhadap-hadapan langsung dengan orangtua murid.
Seperti diketahui, kasus keracunan MBG sampai saat ini masih terus terjadi di berbagai daerah dan makin mengkhawatirkan.
Sebagai orangtua, tentu tidak akan pernah terima anaknya jadi korban keracunan makanan di sekolah.
Itu sebabnya banyak orangtua yang berpendapat MBG diakhiri saja.
Selain karena menunya yang dianggap kurang proper dan tidak disukai anak-anak, juga bayangan keracunan.
Jika hal yang tidak diinginkan ini terjadi, maka dipastikan orangtua akan langsung menyerbu sekolah.
Orang pertama yang dicari tentu saja adalah guru yang menjadi PIC MBG pada hari itu.
Meski hanya berstatus "membantu" distribusi MBG di sekolah, orangtua yang kalap dan emosi pasti sulit untuk dikendalikan.
Di momen inilah maka guru honorer akan berhadap-hadapan langsung dengan orangtua murid korban keracunan.
Belum lagi potensi divideokan lalu diunggah di media sosial, sampai akhirnya viral.
Jika demikian yang terjadi, maka guru PIC MBG bukannya sejahtera tapi malah jadi sengsara.
Inilah mengapa kebijakan ini bisa jadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.
Sekali lagi, 7 potensi di atas merupakan hasil analisa dan kajian singkat redaksi Pojoksatu.id.
Akan tetapi dasar dan potensi tersebut memang selama ini kerap terjadi di lapangan.
Kendati demikian, redaksi sangat berharap dan semoga saja 7 potensi ini sama sekali tidak akan pernah terjadi.
Sehingga ada baiknya bagi kita untuk melakukan pengawasan bersama.
Agar lebih mudah mendapatkan artikel Pojoksatu.id bisa unduh Apss:
Ikuti juga update artikel kami melalui Channel Whatsapp Pojoksatu.id.
Channel Whatsapp khusus pendidikan, PPG, tunjangan dan seputar ASN, klik:
INFO PPG TUNJANGAN ASN dan PENDIDIKAN
Demikian informasi 7 potensi bom waktu siap meledak di balik insentif Rp100 ribu per hari guru honorer jadi PIC MBG.***




