POJOKSATU.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di tiga provinsi dalam tahap awal program Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan tersebut digelar BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai langkah memperkuat pemahaman mengenai gizi, keamanan pangan, dan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Pada tahap awal, sasaran kegiatan terdiri atas 53.831 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, serta 111.525 orang di Banten.
Baca Juga: OSN Nasional 2026 SD dan SMP Digelar 26-28 Agustus, Ini Daftar Finalis dan Jadwal Lengkapnya
Dengan demikian, total sasaran awal mencapai 658.300 orang.
Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN untuk memperluas komunikasi dan edukasi mengenai gizi kepada para guru.
"Hari ini adalah kick-off. Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten," jelasnya.
"Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Mas Dar.
MBG Bukan Sekadar Membuat Anak Kenyang
Mas Dar menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bagi peserta didik.
Menurutnya, MBG harus dipahami sebagai program pemenuhan gizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"MBG ini bukan hanya sekadar memberikan makan. Tapi memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi gizi ini penting. Jadi tidak hanya sekadar kenyang," ujar Mas Dar.
Ia menekankan bahwa tujuan program bukan sekadar membuat siswa kenyang.
"Tidak hanya sekadar kenyang. Makan bergizi itu makan bergizi, bukan makan banyak. Bukan makan kenyang gratis, bukan makan banyak gratis, bukan makan enak gratis, tapi makan bergizi gratis," tegasnya.
Baca Juga: Pembaruan Buku Pelajaran SD-SMA Progres 50 Persen, Ini Perbedaannya
Karena itu, edukasi mengenai gizi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG.
Peserta didik perlu memahami berbagai unsur gizi, mulai dari protein, serat, vitamin, mineral hingga karbohidrat, serta manfaatnya bagi tubuh.
Guru Jadi Penggerak Edukasi Gizi
Dalam pelaksanaan program, guru memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan peserta didik.
Mas Dar berharap pemahaman mengenai gizi yang diberikan guru dapat diteruskan anak ke lingkungan keluarga.
"Penting untuk si anak yang kita didik, untuk kemudian dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya itu bisa memengaruhi lingkungan dia, terkhusus adalah lingkungan keluarga di mana dia tinggal bersama orang tuanya," ujarnya.
Baca Juga: Dapodik 2027.a Resmi Dirilis, Ada Dukungan untuk SNT dan Sekolah Rakyat
Menurutnya, penyediaan makanan memang menjadi salah satu kegiatan terbesar dalam MBG.
Namun, program tersebut juga memiliki tujuan yang lebih luas berupa literasi dan edukasi gizi.
"Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kita yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi," kata Mas Dar.
Keberhasilan MBG Tidak Hanya Ditentukan Makanan
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto mengatakan, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada tersedianya makanan bergizi.
Program tersebut juga membutuhkan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan.
Baca Juga: 2 Sekolah Kedinasan 2026 dengan Tes Fisik Lebih Sedikit, Cocok untuk Lulusan SMA-SMK
"Tentu saja kegiatan ini sangat penting karena keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga ditentukan oleh tersedianya dan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tentu kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan," bebernya.
Kick-off tersebut akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi kepada guru di berbagai daerah.
"Kick-off hari ini menjadi tahap awal yang selanjutnya akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis," ucap Mariman.
Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada peserta didik sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, siswa, dan orang tua.
"Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta bagaimana adab makan," tuturnya.
"Sekaligus (guru) menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya," jelas Mariman. ***




