POJOKSATU.ID - Selain dukungan riset kebijakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional menawarkan berbagai penerapan teknologi tepat guna untuk Kementerian Sosial.

Penawaran ini mencakup teknologi pemenuhan kebutuhan dasar seperti pencarian sumber air, pemanenan air hujan, desalinasi, serta daur ulang air.

Di samping teknologi tata kelola air, BRIN juga menyiapkan inovasi penanganan lingkungan berupa sistem pengolahan sampah.

Salah satu inovasi unggulan yang siap disinergikan adalah teknologi LASAMOR untuk pengolahan sampah skala rumah tangga.

Baca Juga: Kemensos dan BRIN Sepakat Perkuat Program Sekolah Rakyat Melalui Kajian Berbasis Data Bukti

Inovasi LASAMOR ini dapat dimanfaatkan secara langsung oleh Keluarga Penerima Manfaat bantuan sosial.

Penerapan teknologi pengolahan sampah ini dirancang tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan kebersihan lingkungan semata.

Lebih dari itu, proses pengolahan sampah rumah tangga tersebut diarahkan agar mampu menghasilkan nilai ekonomi tambahan bagi warga.

Kemensos menyambut baik tawaran tersebut karena sejalan dengan program Kampung Berdaya Kemensos yang sedang berjalan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin Renggut Nyawa Mahasiswa KKN dan Ketua Karang Taruna

Saat ini pihak kementerian telah merintis gerakan Kampung Bersih dan Berdaya di beberapa wilayah pilot project.

Lokasi percontohan gerakan tersebut telah dilaksanakan di daerah Serang, Bogor, hingga Provinsi Bali.

Masuknya teknologi dari BRIN diproyeksikan menjadi penguat utama agar gerakan pembersihan lingkungan dapat berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.

Pemanfaatan hasil riset terapan ini menyasar pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat rentan di kawasan perdesaan maupun perkotaan.

Pendekatan terpadu antara penanganan lingkungan dan peningkatan penghasilan diharapkan menciptakan kemandirian warga.

Sinergi teknologi ini menjadi bukti nyata pemanfaatan riset nasional untuk mendukung kegiatan pemberdayaan berbasis komunitas.***