POJOKSATU.ID - Pusing mikirin anak mau masuk SD? Tenang, gak sendirian kok! Banyak orang tua yang deg-degan pas masa-masa pendaftaran sekolah.
Tapi, kali ini ada kabar baik nih dari Kemendikdasmen yang sudah menetapkan SPMB untuk jenjang SD.
Kemensikdasmen sudah mengumumkan kuota jalur penerimaan murid baru SD yang bikin hati adem. Yuk, kita intip bareng-bareng!
Baca Juga: Dapodik Terkunci Sebulan Sebelum SPMB: Apa Dampaknya bagi Sekolah dan Murid?
Buat yang rumahnya deket sekolah, Jalur domisili dapat jatah paling gede, minimal 70%.
Artinya, peluang anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah buat diterima jadi lebih besar.
Gak perlu lagi deh khawatir soal jarak tempuh yang jauh atau rebutan kursi sama anak-anak dari luar daerah.
Nah, buat keluarga yang mungkin lagi ada kesulitan ekonomi atau punya anak penyandang disabilitas, jangan sedih!
Ada jalur afirmasi yang siap bantu. Kuotanya minimal 15%, lumayan banget kan? Ini bukti nyata kalau pemerintah peduli sama semua anak, tanpa terkecuali.
Biasanya, jalur prestasi jadi andalan buat anak-anak yang punya segudang prestasi. Tapi, kali ini beda nih. Jalur prestasi gak dapat kuota.
Baca Juga: SIMAK! ATURAN BARU SPMB Kemdikdasmen Dan Jalur Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2025/2026!
Kenapa? Karena pemerintah mau fokus dulu sama pemerataan kesempatan. Mereka percaya, semua anak punya potensi yang sama, tinggal gimana cara kita ngembanginnya.
Buat yang orang tuanya sering pindah tugas, jangan khawatir. Jalur mutasi tetap ada, kok.
Kuotanya maksimal 5%. Memang gak banyak, tapi cukup buat mengakomodasi keluarga yang memang harus pindah tempat tinggal.
Dari semua penjelasan tadi, bisa disimpulin kalau pemerintah pengen banget semua anak punya kesempatan yang sama buat sekolah.
Gak peduli rumahnya deket atau jauh, keluarganya kaya atau sederhana, semua punya hak buat dapetin pendidikan yang layak.
Baca Juga: Kisruh Penundaan NIP CPNS & PPPK Hingga 2026: BKN Minta Tenang, Panselnas Masih Bungkam!
Naman jangan terlupakan bahwa kuota-kuota ini bisa berjalan lancar kalau kita semua kerja sama.
Pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua harus saling mendukung. Jangan sampai ada kecurangan atau praktik yang bikin sistem ini jadi gak adil.
Semoga dengan sistem yang baru ini, semua anak Indonesia bisa sekolah dengan nyaman dan meraih cita-cita mereka.
Pendidikan itu penting banget buat masa depan bangsa, jadi kita harus dukung bareng-bareng ya!***




